Headlines News :

Dihadiri Langsung Bupati Tetty, Minsel Kembali Terima Bantuan Hibah Alat Berat Senilai 1, 7 Milyar Dari Kementerian PUPR

Komentar.co.id Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, Kamis (18/10-2018) melakukan penandatanganan penyerahan hibah alih status barang milik negara kepada Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Dr Christiany Eugenia Paruntu SE yang berlangsung di Auditorium Kementerian PUPR.

“Puji syukur kepada Tuhan, berkat doa dan upaya, kali ini Pemkab Minsel telah menerima hibah berupa eskavator senilai 1.7 Miliar yang bersumber dari APBN,” ujar Bupati Tetty Paruntu.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Prof DR Ir Anita F.E. Sosetyowati, MT, Plt Dirjen Cipta Karya Imam R Ernawi dan para Gubernur dan Bupati/Walikota penerima hibah.

“Saya berharap hibah eskavator tersebut, dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan bisa dipelihara dengan baik,” tambah Bupati Tetty Paruntu.

Kunjungan Bupati Tetty Paruntu ke Kementerian PUPR, juga turut didampingi oleh Kepala Dinas PUPR Minsel, Ruddy Tumiwa. (ren)

Andrei Angouw Dan James Tuuk Komit Perjuangkan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Komentar.co.id Manado-Keberadaan anak-anak berkebutuhan khusus di Sulawesi Utara mendapat perhatian khusus Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan anggota komisi I Julius James Tuuk.

Dalam pertemuan bersama relawan Autis Sulut,  Selasa (16/10-2018) baik Angouw maupun Tuuk sepakat menyatakan komitmen untuk membantu serta berjuang bersama terutama  dalam hal penganggaran untuk menunjang program pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus melalui Dinas Pendidkan Daerah.

Dr. Meiny Manumpil ketua umum relawan Autis Sulut  mengapresiasi dan berterima kasih kepada kedua wakil rakyat tersebut dalam hal pemberian diri serta membantu meringankan kerja kemanusiaan yang semantara dilakukan para relawan.

"Kami sangat berterima kasih karena memang tidak banyak yang mau membuka mata mereka membantu melihat saudara-saudara kita penyandang autis yang ada di Sulawesi Utara ini. Perlu diketahui bahwa masih banyak saudara-saudara kita tersebut (autis) yang belum terjamah oleh khalayak umum ataupun pemerintah, dan kami sangat mengapresiasi pemberian diri dari penasehat relawan pak Andrei Angouw dan Pak Julius Jems Tuuk. Kedepan saya berharap tugas mulia ini bisa lebih mendapat titik terang, untuk penyandang autis dan bukan untuk kita orang normal," pungkas Dr. Meiny sapaan akrabnya

Disisi lain  Wakil Ketua Relawan Jeane Laluyan menambahkan bahwa memang perjuangan dengan motivasi yang baik pasti berujung pada kesuksesan yang besar.

"Memang tidak harus dirasakan sekarang tapi sudah mulai dirasakan, dan ini adalah beberapa pencapaian awal yang sangat luar biasa. Harapan kita semua melihat saudara-saudara yang menyandang autis bisa menemui titik terang. Kami akan bekerja semaksimal mungkin dan akan memberikan yang terbaik," harap Laluyan didampingi oleh pengurus lainnya yaitu Reamly ‘Reza’ Sangkoy, Carol Samola, Febryanti Mamoto dan Ardy Lumowa. (stem/tim).



Kepel: Penempatan 500 THL Di Dinas PUPR Sesuai Kebutuhan Dan Beban Kerja

Steve Keppel, ST, M.Si
Komentar.co.id Manado - Kepala Dinas PUPR Sulut Steve Kepel, ST, M.Si menanggapi bijak  sorotan pihak legislative Sulut terkait  penempatan 500 orang Tenaga Harian Lepas (THL) dinstansi tersebut yang dinilai tidak efektif bahkan terkesan pemborosan anggaran.

Kepada wartawan saat dikonfirmasi Rabu ( 17/10-2018) melalui telepon selluler, Kepel menjelaskan ratusan THL tersebut semuanya disesuaikan dengan kebutuhan dan beban kerja. Dia mencontohkan perekrutan THL berdasarkan ruas jalan dimana rata-rata satu ruas jalan butuh 6 pengawas lapangan.

“ THL yang ada tersebut ditempatkan sesuai  dengan program kegiatan yang dilaksanakan, dimana proporsinya disesuaikan dengan besaran anggaran  di lingkup pekerjaan yang dilaksanakan’” terangnya.

Disisi lainterkait  sistim penggajian menurut Kepel,  pihaknya memberlakukan aturan dan disiplin yang ketat sesuai aturan yang berlaku.

“ Penggajian THL tersebut langsung ditransfer melalui rekening Bank yang dimiliki dengan memperhatikan jumlah kehadiran melalui finger print pada saat datang pagi dan pulang sore,” tambahnya.

Sementara adanya wacana dari DPRD Sulut untuk melakukan evaluasi anggaran belanja bagi THL, dirinya menyerahkan sepenuhnya ke pihak legislatif sebagai pembuat kebijakan anggaran.

“ Kalau memang harus ada pengurangan anggaran saya serahkan sepenuhnya ke pihak Legislatif, namun sekali lagi 500 tenaga THL yang ada  di dinas PUPR sesuai dengan kebutuhan yang ada, "pungkas Kepel.

Diketahui 500 THL yang bertugas di Dinas PUPR Sulut menuai sorotan dari wakil rakyat di DPRD Sulut. Banyaknya THL yang ditempatkan di instansi tersebut. Menurut koordinator Komisi III Stevanus Vreeke Runtu (SVR) tidak masuk akal karena sudah melampaui jumlah ASN yang jumlahnya sekitar 300-an orang.

" Ini tidak efisien, kalau diibaratkan perusahaan, sudah lama colaps. Masak THL-nya lebih banyak jumlahnya dari ASN." ujar SVR Selasa (16/10-2018) saat menggelar hearing bersama instansi mitra kerja Komisi III di gedung DPRD Sulut.

Hal senada diutarakan Felly Runtuwene anggota komisi III lainya yang mempertanyakan komitmen pemerintah Propinsi Sulawesi Utara terkait skala prioritas penghunaan anggaran daerah.
Politisi Nasdem ini mengingatkan masih banyak instansi yang membutuhkan anggaran yang bersentuhan langsung bagi pembangunan kesejahteraan rakyat.

Keberadaan 500 THL di Dinas PUPR menurut Felly sebaiknya diatur lagi untuk ditempatkan di Instansi lain yang membutuhkan tambahan personil untuk mensuport program pemerintah seperti Dinas Perhubungan yang sangat kekurangan personil di lapangan. (stem)

Dinilai Tidak Efektif, DPRD Sulut Soroti Keberadaan 500 THL Di Dinas PUPR

Komentar.co.id Manado-Terungkapnya keberadaan Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas PUPR Propinsi Sulut yang yang mencapai 500 orang membuat kaget legislator Sulut. 

Banyaknya THL yang ditempatkan di instansi tersebut menurut koordinator Komisi III Stevanus Vreeke Runtu (SVR) tidak masuk akal karena sudah melampaui jumlah ASN yang jumlahnya sekitar 300 orang.

" Ini tidak efisien, kalau diibaratkan perusahaan, sudah lama colaps. Masak THL-nya lebih banyak jumlahnya dari ASN." ujar SVR Selasa (16/10-2018) saat menggelar hearing bersama instansi mitra kerja Komisi III di gedung DPRD Sulut.

Hal senada diutarakan Felly Runtuwene anggota komisi III lainya yang mempertanyakan komitmen pemerintah Propinsi Sulawesi Utara terkait skala prioritas penghunaan anggaran daerah. 

Politisi Nasdem ini mengingatkan masih banyak instansi yang membutuhkan anggaran yang bersentuhan langsung bagi pembangunan kesejahteraan rakyat.

Keberadaan 500 THL di Dinas PUPR menurut Felly sebaiknya diatur lagi untuk ditempatkan di Instansi lain yang membutuhkan tambahan personil untuk mensuport program pemerintah seperti Dinas Perhubungan yang sangat kekurangan personil di lapangan.

" Kita akan pikirkan lagi tentang keberadaan THL di dinas PUPR, apakah sebagian dari mereka akan ditugaskan ke instansi lainnya atau gimana. Kita akan bicarakan dalam pembahasan anggaran nanti, " tutupnya. (stem)

Dibuka Bupati Tetty, Kegiatan Modoinding Potato Festival Bakal Jadi Kalender Event Nasional

Komentar.co.id Minsel- Bupati Minahasa Selatan DR. Christiany Eugenia Paruntu,SE menghadiri sekaligus membuka Modoinding Potato Festival  (Festival Kentang), di Desa Pinansungkulan Kecamatan Modoinding Kabupaten Minsel, Sabtu (13/10/2018).

Bupati CEP sapaan akrabnya terlihat sangat antusias serta memberikan apresiasi pelaksanaan terhadap ivent tersebut yang menurutnya merupakan berkat  serta anugerah Tuhan bagi masyarakat Minahasa Selatan

Dalam sambutan singkatnya Bupati berharap kegiatan ini agar menjadi dasar ucapan syukur kepada Tuhan yang telah memberkati tanah Minahasa Selatan terutama kecamatan Modoinding

"Saya akan berusaha menjadikan MPF menjadi event Nasional Saya memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada masyarakat Modoinding atas inisiasinya menyelenggarakan Modoinding Potato Festival (MPF) tahun 2018 ini. Pemkab Minsel akan selalu mendukung kegiatan MPF ini yang telah berlangsung selama lima kali berturut turut. Apalagi, baru kali ini saya hadir. Saya sangat senang dan berbahagia karena hasilnya sudah baik dan ini adalah Berkat Tuhan bagi Modoinding dan semua masyarakat Minsel,” kata Bupati Tetty Paruntu dalam sambutan singkatnya.

Bupati mengajak seluruh masyarakat Minsel, khususnya masyarakat dari 10 desa di Kecamatan Modoinding yang menggantungkan hidup pada hasil pertanian ini untuk selalu bersyukur pada Tuhan. Menurut Bupati momentum tersebut merupakan wujud sukacita dan pesta iman masyarakat Kristiani Minsel, khususnya di Kecamatan Modoinding.  “Masyarakat selalu diingatkan untuk mengucap syukur kepada Tuhan,” tambah Bupati dua periode ini.

Diapun tak lupa mengambil kantung plastik dan bersama-sama masyarakat mengambil kentang dan lainnya sebagai buah tangan iven MPF. “Ini luar biasa dan pemkab akan terus mendukung kegiatan ini,” ujar bupati cantik ini.

Diketahui, Modoinding Potato Festival 2018 yang dibuka langsung Bupati Minsel ikut dibanjiri selain pengunjung dari luar Minsel akan tetapi ikut dihadiri turis mancanegara diantaranya turis asal Swiss dan Tiongkok. 

Kegiatan MPF untuk tahun 2018 mengambil tema “Modoinding Berbagi Berkat’. Kecamatan yang identik dengan hasil pertanian ini memang menjadi surga segala jenis sayur seperti sayur bawang, labu, tomat, bawang merah, bawang putih, wortel dan tentu saja kentang.

Sementara itu Ketua Pelaksana MPF tahun 2018, Jones Kaseger SE mengatakan, masyarakat Modoinding ikut berterima kasih kepada pemerintah yang memberikan perhatian pada pengembangan hasil pertanian di daerahnya.

”Kecamatan Modoinding yang menjadi sentra hortikultura sudah mendapat perhatian serius pemerintah dengan adanya program penanaman bawang putih dan diperkirakan lagi akan ada proyek dari lain yang akan datang guna menunjang peningkatan produksi hasil pertanian,” ungkap Jones 

Kaseger saat menyampaikan laporan kegiatan MPF 2018 di hadapan Bupati Tetty Paruntu, Kadis Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut, Forkopimda, pejabat teras Pemkab Minsel dan seluruh undangan serta masyarakat yang hadir.

Diketahui Festival ini sudah berlangsung  selama lima kali berturut-turut dan menjadi agenda kalender pariwisata Kabupaten Minsel. 

Keunikan festival ini adal pawai kendaraan hias menggunakan bahan2 sayur mayur terutama kentang, dan setelah pawai mencapai garis Finish, pengunjung yang mencapai ribuan orang, akan berlomba-lomba mengambil dan mengumpulkan bahan-bahan dikendaraan hias tersebut. (ren/*)

Dituduh Jadi Makelar, Felly Runtuwene Tantang Lajame Buktikan Ucapannya

Komentar.co.id Manado - Legislator Sulut Felly Runtuwene menantang Sekretaris Garda Tipkor Indonesia (GTI) Sulawesi Utara Brayen Putra Lajame untuk membuktikan tudingan terhadap dirinya  menjadi makelar kepala daerah yang terindikasi korupsi.

Politisi Nasdem ini bahkan mengancam akan melaporkan ke pihak berwenang apabila tuduhan yang dilontarkan kepada dirinya tidak memiliki bukti yang mendasar.

“ Saya akan minta pembuktian dari mereka, sebab kalau tidak  bisa membuktikan itu, ibu akan tuntut balik mereka. Minta bukti konkritnya, tapi kalau mereka tidak mampu buktikan berarti harus siap-siap untuk urusan panjang,” tegas Felly. (stem/*)

Pelayanan E-KTP Boltim Dinilai Kurang Maksimal, Hanafi Sako : Harusnya Ada Perhatian Pemerintah Pusat Dan Propinsi

Komisi I DPRD Sulut Saat Melaksanakan Kunker Ke Kantor Pemerintahan Kabupaten Boltim
Komentar.co.id Boltim - Kunjungan kerja komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Utara ke Kabupaten Bolaang Mongondow Timur tepatnya di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabuaten Bolaang Mongondow Timur, Senin (08/10) siang guna memantau langsung proses perekaman E-KTP di wilayah tersebut ditanggapi serius H.Hanafi Sako salah satu personil komisi I yang ikut dalam kunker tersebut.

Pasalnya Kantor Disduk Capil Boltim ini ternyata hanya sewa dan berukuran sangat kecil serta sering terjadi pemadaman listrik.

"Kemarin saat melakukan Kunker, begitu banyak orang yang memadati kantor, dan ternyata gedung kantor ini hanya sewa dan sangat kecil, selain itu banyak warga yang mengeluh masalah pengurusan tersendat karna pemadaman Listrik dan susahnya signal mengupdate data data". beber Sako.

Sako pun berharap  Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi dapat memperhatikan permasalah tersebut agar proses perekaman E-KTP lebih maksimal dan masyarakat bisa dilayani dengan baik.

"Karena sebagian ini merupakan tugas Pemerintah Pusat, kalau bisa dibangun  kantor yang lebih baik untuk pelayanan kepada masyarakat termasuk penguatan jaringan di Bolaang Mongondow Timur." harap politisi Golkar ini. (stem)

 
Support : komentar.co.id | Jmanado IT | HH
Copyright © 2015. Komentar Manado - All Rights Reserved
By Creating Website Manado IT Admin
Proudly powered by Server Google