Headlines News :

Bahan Bakar Gas 5 KG " Lenyap " Di Pasaran, James Karinda Kritisi Pertamina

Komentar.co.id Manado - Ketersediaan sejumlah bahan  pokok merupakan hal yang penting bagi masyarakat terutama jelang perayaan hari raya Natal bagi umat Kristiani di Sulawesi Utara.

Namun sangat disayangkan adanya sejumlah kebutuhan dasar justru terkesan menghilang dari pasaran khususnya bahan bakar gas ukuran 5 kilogram  yang  sulit diperoleh masyarakat saat ini.

Ketua Komisi 4 DPRD Sulut James Karinda, SH, MH mengaku prihatin dengan situasi kelangkaan bahan bakar tersebut yang justru sangat dibutuhkan masyarakat menghadapi hari raya.

“ Masyarakat saat ini mengeluh sulit  mendapatkan bahan bakar gas 5 kilogram, Pertamina harusnya cepat serta tanggap melihat situasi  yang ada. Jangan membuat susah masyarakat. kalau perlu pemerintah juga  harus mengambil langkah cepat  apalagi menjelang Natal kebutuhan bahan bakar sangat dibutuhkan, “tandas ketua Fraksi Demokrat ini, Rabu (12/12-2018)

Begitupun pihak PLN, Karinda berharap  instansi tersebut dapat memberikan jaminan ketersediaan listrik, terlebih  tidak ada lagi pemadaman listrik  di Bulan Desember yang penuh kegiatan ibadah Natal.

Sementara ketersedian ketersedian bahan sembako , Karinda mendorong  adanya pengawasan langsung dari instansi  terkait terutama   dalam mengantisipasi melonjaknya harga kebutuhan pokok di pasaran.

“ Jangan  buat masyarakat kecil selalu  susah , “ tegasnya sambil mengingatkan  pemerintah harus waspada menghadapi kondisi cuaca ekstrim saat ini  yang beresiko terjadinya bencana tanah longsor dan banjir. (stem)

Antisipasi Banjir Dan Tanah Longsor, Instansi terkait Diminta Siaga, Liputo : Saya Yakin Pak Kadis PUPR Sudah Tahu Apa Yang Harus Dilakukan

Komentar.co.id Manado - Memasuki musim penghujan di bulan Desember resiko terjadinya tanah longsor  dan banjir sangat rentan terjadi terutama beberapa  fasilitas infrastruktur ruas jalan Propinsi  di Sulut

Hal tersebut  mendapat perhatian khusus wakil ketua komisi III DPRD Sulut H. Amir Liputo, SH terutama  arus kendaraan bermotor jelang mudik  perayaan hari raya Natal bagi umat Kristiani  perlu diantisipasi melalui instansi terkait.

Liputo berharap Dinas PUPR melakukan pemetaan  lokasi-lokasi tertentu yang bisa beresiko terjadi longsor maupun banjir untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan terutama bagi pengguna jalan.

“ Patut diwaspadai cuaca saat ini sangat rentan terjadi tanah longsor di ruas-ruas jalan tertentu khususnya jalan propinsi yang ada di Sulut. Hal ini juga mengingat di bulan Desember  masyarakat pengguna kendaraan bermotor yang akan mudik  baik dari kota Manado ke daerahnya masing-masing maupun sebaliknya sangat padat sehingga perlu adanya kesiap siagaan Dinas PUPR terutama menyiapkan personil di lapangan guna mengantisipasi hal tersebut, “ ujar Liputo Selasa (11/12-2018)

Namun demikian Politisi PKS ini yakin Dinas PUPR dibawah kepemimpinan Ir. Steve Keppel telah melakukan koordinasi bersama intansi terkait lainnya guna melakukan antisipasi  demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

“ Saya yakin pak Kadis sudah tahu apa-apa yang harus dilakukan untuk kelancaran arus mudik jelang  hari raya Natal, tentu dengan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya seperti Dinas Perhubungan  maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Saya berharap saudara-saudara kita yang akan merayakan Natal  khususnya para pengguna jalan bisa melaksanakan aktifitasnya di bulan Desember ini dengan aman dan lancar, “ harap Liputo.

Disisi lain Liputo juga menghimbau masyarakat yang tinggal di lereng perbukitan agar tidak lagi menempati area yang beresiko terjadinya longsor.

“ Kalau boleh saya menghimbau bagi masyarakat yang tinggal di lereng-lereng perbukitan dan pinggiran sungai untuk pindah sementara. Ini sangat beresiko bagi mereka dan jangan lagi membangun rumah di daerah-daerah berbahaya yang  bisa mengancam keselamatan warga,” tutupnya. (stem)

Perayaan Natal Keluarga Besar DPRD Sulut, Andrei Angouw Ajak Sekretariat DPRD Dan Pers Menjadi Terang Dunia

Komentar.co.id Manado - Menyambut kelahiran Yesus kristus sebagai juru selamat umat manusia,  keluarga besar Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Sulut menggelar ibadah perayaan Pra Natal sekaligus merupakan ajang silaturahmi  antara DPRD, Sekretariat serta  Jurnalis yang  sehari-hari meliput kegiatan DPRD Sulut yang  berlangsung di ruang rapat paripurna Selasa,  (11/12-2018)
 
Ibadah perayaan Natalyang berlangsung hikmat ini  dipimpinPdt. Hanny Awui melalui pembacaan yang diambil dalam injil Lukas 2: 10 mengingatkan bahawa Natal bukan hanya identik dengan perayaan atau ornamen-ornamen Natal namun yang paling penting memaknai perayaan ini kabar gembira dan sukacita bagi umat manusia.
 
“Yang paling penting adalah perayaan kelahiran Yesud Kristus menjadi sukacita bagi kita manusia untuk memberitakan kebaikan dalambentuk prilaku bagi sesama kita, kebaikan hati kita dan menjadi berkat bagi orang lain,” ucap Pdt. Awui.

Sementara itu Ketua DPRD Sulut dalam sambutannya mengajak seluruh jemaat termasuk anggota DPRD maupun sekretariat DPRD untuk ikut serta menjadi terang  dalam  kegiatan maupun aktifitas kerja setiap hari.

“Contoh, rencana pembangunan rumah sakit daerah oleh pemerintah provinsi dan pembentukan Perda Pohon bagian dari dukungan DPRD. Tugas DPRD ini menjadi terang bagi masyarakat,” jelas Andrei Angouw.
 
Demikianpun bagi staf sekretariat DPRD,  AA berharap terang Natal diimplementasikan  melalui kinerja yang baik  terutama dalam menunjang tugas-tugas pimpinan dang anggotaDPRD.
 
“Mempersiapkan segala kebutuhan rapat termasuk pengedaran surat-surat undangan dan tugas sekretariatan lainnya menjadikan staf sekretariat bagian dari terang Yesus,” tutur Andrei Angouw.
 
Disisi lain politisi PDIP mengingatkan wartawan bagian dari terang Yesus Kristus melalui pemberitaan sesuai fakta dan berimbang.
 
“Pemberitaan mengambil dari dua sisi jangan sepihak. Berita juga harus mengandung unsur pendidikan sehingga menjadi berkat bagi pembaca,” tandas Angouw.
 
Dalam kesempatan tersebut  Andrei Angouw mengajak kepada seluruh masyarakat ikut menyukseskan agenda politik Pemilu 2019. Keterlibatan semua pihak merupakan bukti partisipasi aktif bagi program pembangunan berkelanjutan.
 
“Jadilah terang dan berkat terlibat aktif pada pesta demokrasi Pemilu 2019. Politik adalah baik dan mulia yang bisa mempengaruhi pri kehidupan bangsa dan negara. Politik adalah seni mencari kekuasaan yang dikembalikan kepada rakyat,” tukas Angouw.
 
Dalam kesempatan tersebut ikut  diserahkan bingkisan Natal kepada 4 panti asuhan diantaranya, panti asuhan Al Ikhwan Kombos, panti asuhan dokter Lukas Winangun, panti werdha Senja Cerah Mapanget dan panti asuhan Bala Keselamatan Pakowa.
 
Turut hadir  dalam ibadah perayaan Natal tersebut Wakil Ketua DPRD Stefanus Vreeke Runtu, Ketua Komisi 1 Ferdinand Mewengkang Jeany Mumek sekaligus sebagai ketua panitia, James Tuuk, Boy Tumiwa,  Noldylamalo, Edwin Lontoh, Pdt. Meiva Lintang, Juddy Moniaga,Lucia Taroreh, Teddy Kumaat, Sisca mangindaan bersama ibu-ibu KIA,  Dirut RS.Prof Kandou, Direktur Politeknik Negeri manado,  Sekwan B. Mononutu, Kabag Umum Jackson Ruaw dan sejumlah pejabat sekretariat, ASN dan THL, Lansia serta undangan lainnya. (stem)

Warga Desa Elusan Menjerit Krisis Air Minum, Hukum Tua Malah “Ngumpet”

Komentar.co.id  Minsel - Kegiatan reses  anggota DPRD Sulut  untuk  menjaring aspirasi masyarakat melalui Daerah pemilihan masing-masing wajib dilaksanakan setiap anggota legislativ sesuai perintah undang-undang.

Sangat disayangkan hal tersebut ternyata belum dipahami bahkan disalah diartikan sebagai bentuk kampanya  oleh sejumlah aparat desa di Minahasa Selatan.

Seperti yang terjadi di desa Elusan Kecamatan Amurang Barat Minsel Jumat (7/12-2018)  saat anggota DPRD Sulut Felly Estelita Runtuwene, SE melaksanakan  kegiatan reses III tahun 2018.

Ratusan warga sangat antusias mendengarkan pemaparan Legislator dapil Minsel- Mitra  ini terkait progres dan pembangunan yang dibiayai APBD maupun APBN  di Sulawesi Utara.

Namun Kepala Desa Elusan Frans Ampow yang diharapkan hadir mendampingi  sekaligus  menyampaikan  aspirasi  warga tak terlihat batang hidungnya dengan alasan yang tidak jelas. Demikian pun aparat pemerintahan setempat lainnya tidak merespon meski sudah dihubungi.

Ketidak hadiran aparat Desa  setempat disesalkan anggota DPRD Felly Runtuwene. Dirinya mengungkapkan, sebelunya surat pemberitahuan kegiatan tersebut sudah dilayangkan ke pemerintah setempat. 

“ Sangat disayangkan pemerintah desa tidak merespon. Saya tidak tahu apakah ini karena ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan atau karena ada keterkaitan dengan politik. Saya harus sampaikan disini ketika ada acara seperti ini tidak boleh ada urusan dengan partai politik walaupun saya disini lahir dari partai politik. Tapi ketika saya duduk di DPRD Propinsi maka saya sudah melebur dengan semua masyarakat. Tidak pilih warna,  mana yang kuning mana yang merah, mana yang biru dan sebagainya. Saya hadir disini untuk semua masyarakat . Mudah – mudahan ketidak hadiran mereka bukan disengaja  “ sesalnya  

Lanjutnya, masyarakat harus memahami  dimana kegiatan reses sangat penting   dihadiri pemerintah setempat  karena kegiatan tesebut dibayar oleh pemerintah untuk menyampaikan dan menerima masukan bahkan kritikan  untuk diteruskan ke pemerintah Propinsi

Ketua BPD Alex Tambayong  yang mewakili masyarakat ikut menyesalkan tidak hadirnya aparat pemerintah. “ Saya tidak mengetahui keberadaan HukumTua, kebetulan saya sebagai anggota BPD mewakili masyarakat , saya hadir disini. Kegiatan  reses ini sangat bagus bagi masyarakat karena disini kami bisa memberikan banyak masukan dan gagasan demi kepentingan masyarakat desa kami.” ujarnya.

Sementara tokoh masyarakat Desa Elusan Joutje Turangan mengungkapkan kekecewaannya terkait  tidak hadirnya pimpinan desa  yang  diduga sengaja menghindar dari kegiatan reses. “  Saya sangat kecewa karena dia sudah menerima pemberitahuan. Apapun alasannya saya tidak setuju  atas sikap pemerintah desa, apapun itu dia (hukum tua) musti hadir karena ini untuk kepentingan desa,” semburnya.

Meski demikian sejumlah aspirasi masyarakat mendapat perhatian khusus politisi Nasdem ini terutama masalah krisis air minum yang dialami masyarakat Desa Elusan selama puluhan tahun.

Salah seorang tokoh agama setempat mengungkapkan masyarakat Elusan sangat menderita selama puluhan tahun akibat  krisis air bersih yang merupakan kebutuhan utama, itupun kalau ada hanya dua dua hari sekali di salurkan ke masyarakat namun untuk mandi dan cuci saja .  Sedangkan untuk air minum warga terpaksa harus menempuh  puluhan kilometer untuk mendapatkan air layak konsumsi.

“ Selama puluhan tahun hingga saat ini hapir 70 persen masyarakat melakukan aktifitas mandi cuci di sungai.  Kami mohon pemerintah dapat melihat penderitaan kami warga desa Elusan, “ pintanya.

Sementara perwakilan warga lainnya Noven Tambaani  berharap pemerintah segera menuntaskan pembangunaruas jalan Elusan-Rumoong Bawah belum terealisasi pengerjaannya. Demikian pula   usulan lainnya yang disampaikan warga terkai potensi wisata air terjun dan Goa Wrang  yang ada di lokasi desa Elusan untuk mendapat perhatian pemerintah menjadikannya sebagai destinasi wisata baru di Minsel.

Din Wokas  warga lainnya memberikan usulan  untuk pembuatan jembatan  Tewalen yang menghubungkan hingga ke desa Kalait kabupaten Minahasa Tenggara agar  mendapat perhatian pemerintah.

Disisi lain anjloknya harga kopra menjadi aspirasi kepada DPRD untuk  mengawal  keluhan  petani agar  diperjuangkan ke pemerintah karena kondisi tersebut sangat mempengaruhi pendapatan ekonomi keluarga yang berimbas pada pendidikan anak-anak.

Menanggapi aspirasi warga khususnya krisis air minum, Felly mengaku prihatin belum  adanya perhatian  serius  pemerintah Kabupaten Minsel menyangkut kebutuhan utama tersebut.

“Ini seharusnya menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten, bayangkan kita ini sudah puluhan tahun merdeka tapi masyarakat disini belum merdeka.  Saya punya memory dengan desa ini sempat juga waktu itu ikut naik turun gunung  mencari air di sungai,” ungkap Felly..

Terkait rendahnya  harga kopra di pasaran, dirinya minta masyarakat diminta bersabar karena saat ini pemerintah propinsi melalui  Gubernur Olly Dondokambey  sementara melakukan langkah-langkah strategis guna memperjuangkan nasib petani kopra termasuk  mencarikan solusi  agar masalah tersebut  tersebut dapat segera diatasi.

“ Saya minta warga bersabar karena pak Gubernur saat ini  terus melakukan upaya-upaya  mengatasi  permasalahan kopra. Pak Gubernur juga telah melakukan  beberapa pertemuan dengan para investor maupun stakeholder lainnya,” tutup Felly. (stem)

Masa Reses III Tahun 2018, 45 Legislator Sulut Temui Konstituen Jaring Aspirasi Masyarakat

Komentar.co.id  Sulut - Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Sulut kembali melaksanakan kegiatan masa reses III tahun 2018 untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing – masing yang dimulai sejak tanggal 20 November – 7 Desember 2018.
Beragam usulan, saran bahkan kritikan  dari masyarakat menjadi perhatian ke 45 anggota legislative Sulut yang nantinya  akan diperjuangkan para wakil rakyat kepada pemerintah Propinsi   
Diantaranya  yang dilakukan ketua DPRD Andrei Angouw dalam reses Minggu (2/12/2018) di tiga titik kegiatan antara lain di Kelurahan Bumi Nyiur Lingkungan 5 Kecamatan Wanea Manado. Warga setempat sering mengalami bencana banjir di saat musim penghujan tiba.
“Berterima kasih kepada pemerintah yang sudah melakukan pembangunan jembatan, tapi perlu ditingkatkan karena saluran air yang ada sudah tertutup tanah yang waktu itu ada pengerukan di Citraland, got hampir dua meter sudah rata jalan. Akibatnya banjir. Perlu dilakukan pengerukan drainase yang tertimbun,” tutur Hendrik Tompulu, salah satu warga Bumi Nyiur.
Selain pengerukan drainase, dalam reses Angouw warga pun menyampaikan terkait ganti rugi lahan yang belum rampung, sehingga proses pelebaran jalan Maengket di Kelurahan Bumi Nyiur tidak bisa diselesaikan.
Demikianpula pelaksanaan kegiatan reses oleh wakil ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut, SE  di kelurahan Kolongan Tomohon  Sabtu ( 1/12-2018) disambut antusias warga untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Salah satu perwakilan kelompok tani Max Kaparangmengeluhkan  terkait  kelangkaan pupuk maupun ketersediaan bibit jagung  bagi petani  kelurahan Kolongan. Disamping sulit didapat, harga pupuk dan bibit jagung sangat mahal.   Max  berharap DPRD Sulut melaluli wakil ketua Wenny Lumentut dapat memfasilitasi petani untuk  mendapatkan bantuan pupuk maupun bibit tanaman jagung  melalui  instansi  Dinas Pertanian dan Dinas Perkebunan.
Sementara terkait infrastruktur  masyarakat berharap dapat diperjuangkan perbaikan ruas jalan Matani  maupun  ruas jalan Tanawangko - Tomohon serta perlunya pelebaran jalan Manado-Tomohon karena dianggap tidak lagi memadai dengan jumlah kendaraan yang melalui jalur tersebut.
Hal lainnya dikeluhkan warga Desa Elusan Kecamatan Amurang Barat kepada anggota DPRD lainnya Felly Runtuwene saat menggelar reses di desa tersebut Jumat, (7/12-2018) terutama masalah kebutuhan air bersih yang merupakan kebutuhan utama ini tidak pernah dinikmati masyarakat selama puluhan tahun

Perwakilan warga lainnya Noven Tambaani  berharap pemerintah segera menuntaskan pembangunan  ruas jalan Elusan-Rumoong Bawah belum terealisasi pengerjaannya. Demikian pula   usulan lainnya yang disampaikan warga terkai potensi wisata air terjun dan Goa Wrang  yang ada di desa tersebut.
Khusus Kepulauan Sangihe,  Reses Pdt. Meiva Lintang Sth berlangsung di Kantor Sinode GMIST  guna menerima aspirasi para tokoh agama maupun masyarakat Tahuna.
Beberapa hal disampaikan kepada anggota komisi 4 tersebut diantaranya agar para Pendeta  GMIST dapat dimasukan dalamprogramjaminan asuransi dan berharap pemerintah memperhatikan para pendeta dalam mendukung  program peningkatan mental spiritual jemaat dan masyarakat.
Sementara harga harga komoditi, pala dan cengkeh  mengalami penurunan harga dikemukakan masyarakat yang berpengaruh pada  pendapatan ekonomi petani termasuk bantuan pupuk untuk para kelompok tani setempat. (stem)

Target Menang Pilpres, Gerindra Minut Bidik 8 Kursi Legislativ

Komentar.co.id Minut – Persiapan ajang pesta demokrasi pemilihan Legislatif  ( Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 terus dilakukan  jajaran partai Gerindra Minahasa Utara (Minut) dengan memperkuat  hingga  ke  basis kecamatan , desa/kelurahan.

Target menang   8 kursi di Pileg Minut maupun Pilpres ditegaskan Ketua DPC Gerindra Minut Herry Tombeng, SH dihadapan  pengurus   Dewan Pimpinan Kecamatan yang baru dilantik Rabu (5/12-2018) yakni Kecamatan Airmadidi, Kalawat, Kema  dan Kauditan.

Kepengurusan Dewan Pimpinan  Partai Gerindra di 4 kecamatan tersebut dikukuhkan langsung oleh anggota Dewan Pembina DPP partai Gerindra  Ir. Priscilia Waworuntu, MT didahului pembacaan Surat Keputusan (SK)  DPC Gerindra Minut oleh Sekretaris DPC Drs. Marthen Pantouw

Dalam kesempatan tersebut Ketua DPC Gerindra Minut  Herry Tombeng .SH   menegaskan pentingnya semangat kekompakan dan kebersamaan seluruh kader dan para calon legislatif  di masing-masing dapil terutama menempatkan diri  bahkan  menjadi contoh yang baik dalam melakukan sosialisasi tengah-tengah masyarakat  agar partai Gerindra selalu dicintai rakyat.  ” Tanpa mereka kita bukan apa-apa,” ujarnya

“ Dengan semangat kekompakan dan persatuan yang ada saat ini saya optimis kita bisa mendapatkan  8 kursi di DPRD Minahasa Utara.  Masing-masing Dapil kita akan mendapatkan dua kursi, dari empat dapil yang ada. Dengan demikian  otomatis jatah ketua DPRD ada di tangan kita, “ tegas Tombeng.

Untuk itu dengan sisa waktu empat bulan ini  dirinya berharap  pengurus kecamatan yang dilantik untuk segera membentuk kepengurusan tingkat Desa dan kelurahan sekaligus menetapkan para saksi di 654 TPS yang ada di Minahasa Utara . 

“ Efektifnya  dalam empat bulan ini kita kerja keras  mempersiapkan semuanya itu terutama  saksi –saksi di TPS. Mereka harus  kader militan yang memilik tanggung jawab moril,  karena mereka sebagai ujung tombak partai.  Dengan demikian target Pilpres dan Pileg di kabupaten Minahasa Utara kita akan menang. “ imbuhnya

Ditambahkannya hal tersebut bisa dicapai bilamana ada kekompakan dan kebersamaan serta semangat nasionalis sebagai kader partai Gerindra untuk dua target kemenangan yakni pileg  serta memenangkan Prabowo  Subianto  dan Sandiaga Uno sebagai Presiden dan wakil Presiden periode 2019-2024

“ Pak Prabowo adalah tuama leos Minahasa, orang Minahasa.  Beliau adalah putra Minahasa asli.  Dan sebagai sesama saudara kita ini mau pilih siapa, mau pilih saudara sendiri atau orang lain. Saya menghimbau yang merasa tou Minahasa  wajib pilih saudaranya sendiri bapak Prabowo Subiyanto tole Minahasa asli.” ujar Tombeng tak lupa mengajak para kadernya yang bertarung di pileg untuk tetap mengandalkan kekuatan Tuhan dalam bekerja demi  kesejahteraan rakyat. (stem)

Top Komentar : Tunjangan Triwulan III dan IV “Pause”, Supah Jabatan Belum Pasti



Kisah Haru dan Lucu Para Guru di Awal Bulan Desember

FAKTA :

PERTAMA, TUNJANGAN TRIWULAN III DAN IV MASIH “PAUSE”
KEDUA, SEJAK PENERIMAAN SK 100% SECARA SIMBOLIS , GURU GARIS DEPAN (GGD) BELUM ADA KEPASTIAN WAKTU, PERIHAL SUMPAH JABATAN”

***

Tahun 2018 segera tutup. Tinggal hitung minggu, 2019 tiba. Umat nasrani pun siap diri merayakan hari kelahiran Yesus Kristus, tatkala seluruh masyarakat pun menanti datangnya momen pergantian tahun baru.

Sukacita menanti datangnya hari besar itu, tak pula jauh beda dengan harapan menanti perolehan hak tunjangan Sebagai Guru di wilayah kepualauan Talaud yang memenuhi kualifikasi profesional, mereka menyayangkan, baik itu gaji dan tunjangan yang dijanjikan belum juga kunjung datang.
Sesuai dengan TOP Komentar social media di bulan Desember tahun 2018, berdasarkan pantauan, ada yang menarik dari rekam jejak digital dalam forum komunikasi Guru-guru perbatasan. Di sana, mereka tak sekedar tukar pendapat baik pengalaman mendidik , menebar metode mengajar, namun, ada penonjolan percakapan terkandung rintih sedih berkembarng dalam tumpukan komentar mereka.

Pertama, komentar yang menonjol dari seluruh Guru-Guru perbatasan di Talaud itu, berdiskusi perihal Tunjangan Guru yang tak kunjung tiba walaupun tegas diatur soal penyaluran tunjangan kepada mereka. Fakta di lapangan, Guru-guru itu berkeluh, belum menerima Tunjangan baik Triwulan III dan IV.

“Tahun baru segera tiba, ujian semester segera usai. Semangat para guru semoga makin gebu, walau Tunjangan kita di tanah porodisa tak kunjung tiba” Demikian status salah satu guru perbatasa dengan akun @hes

“Iya. Anggap kita sedang menabung. Jatah Triwulan III dan IV kan lumayan” Sambung komentar Akun @Lex

“Bersyukurlah bagi yang tau hemat dan miliki sanak saudara di daerah penempatan, bagaimana dengan kami yang pendatang, tentu, ketertundaan itu serupa bom waktu akibat pinjam uang demi kelangsungan hidup. Semoga Triwulan III dan IV bisa secepatnya, agar ada uang akhir tahun dan mengganti utang” Curhat salah satu akun benama @anggi

“Semoga kita sama-sama melayani dan dilayani secara professional. Doa kita bersama, semua diberi kemudahan dan kesehatan” Tutup akun benama @Ham

Kedua, soal penerimaan secara simbolis SK 100% PNS, telah diacarakan, namun sumpah jabatan belum mendapat kepastian tanggal. Ini yang menjadi polemik batin para guru-guru muda di tanah porodisa. Melalui Forum Guru Garis Depan, ada perkembangan komentar menarik, sedih dan lucu terkait efouria menghadapi detik-detik penerimaan sumpah jabatan itu.

Beberapa dari mereka telah memastikan kepada orang tua mereka bahwa akhir tahun ini akan ada hadiah sepesia. Ada juga yang mengatakan, sumpah jabatan, perahlian status ini adalah hadiah pernikahan, bahkan ada pula pengakuan dari akun-akun tersebut, perhalian status dari 80% ke 100% adalah hadiah ulang tahun.

Namun, semua belum ada kepastian. Mereka sungguh harus lebih sabar. Persis tutup komentar salah satu akun bernama @Isman

“Walau belum ada kepastian, bersabarlah teman2, terus lebihkan berbuat baik. Kita harus percaya, Tuhan punya cara menyentuh hati manusia demi kebaikan bersama” tutup petuah akun @Isman.

 
Support : komentar.co.id | Jmanado IT | HH
Copyright © 2015. Komentar Manado - All Rights Reserved
By Creating Website Manado IT Admin
Proudly powered by Server Google