Headlines News :

Objek Wisata Tree on Tree Kota Bitung Menjanjikan

Tree on Tree Bitung

BITUNG KOMENTAR-Kota Bitung Sulawesi Utara (Sulut) kini memiliki destinasi wisata baru yaitu Tree on Tree yang berada di Kelurahan Danowudu, Kecamatan Ranowulu. Pemilik Tree on Tree , Prisilia Lidya Moningka saat ditemui Media ini di lokasi mengatakan, maksud dan tujuan Tree on Tree sendiri, kata Prisilia, untuk mendukung program pemerintah dibidang pariwisata.

"Kenapa tempat ini menggunakan bahasa inggris,? Agar supaya wisata yang ada di Bitung terkenal di manca negara, Tree On Tree yang artinya diantara pepohonan," Pungkasnya.

Sementara itu Geraldy Mantiri penggagas ide Tree on Tree mengatakan, ada beberapa wahana yang akan disajikan sehingga bisa menarik para wisatawan. "Untuk menarik wisatawan asing juga, kami harus mempunyai standarisasi, karena kebanyakan wisatawan luar selalu melihat lebih dulu keamanannya dan kami telah mempersiapkan sesuai standarisasinya," ujarnya.

Dibeberkan Raldy nantinya, wahana yang disiapkan, sky bike seperti sepeda gantung, bunge trompolin, karpet terbang, parasut, balon udara dan beberapa wahana lainya,“Selain tempat wahana, disini juga sediakan tempat makan/cafe yang menyajikan makanan dan minuman,” jelasnya.

Diakuinya, saat ini baru seperti itu wahana yang ditawarkan, tapi tidak menutup kemungkinan owner akan menambah wahana baru." untuk hari ini semua wahana belum dibuka nanti dibuka esok," tukasnya.

Terpisah, Yefta Tololiu, salah satu pengujung asal Bitung mengaku sangat bangga Kota Bitung sudah memiliki objek wisata yang indah, apalagi memiliki wahana yang menarik perhatian tidak perlu jauh jauh ke Minahasa Utara (Minut) atau tempat lainya yang ada wahana seperti ini.“Semoga kedepan, akan banyak pengunjung. Dan wahana bisa bertambah,” kuncinya. (Ivan)







KONSULTASI PEMANFAATAN RUSUNAWA, KOMISI II DPRD BOLMONG KUNKER KE DINAS PERKIMTAN SULUT

BOLMONG KOMENTAR - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Kamis (17/1/2019)siang , melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Provinsi Sulawesi Utara.

Dikatakan Ketua Komisi II DPRD Bolmong, Lesly Lanny Kaligis,  Kunker kali ini terkait Koordinasi Pemanfaatan Rusunawa di Kabupaten Bolmong yang pembangunannya sudah selesai tapi hingga saat ini belum dimanfaatkan.

Menurutnya, bangunan yang ada di Kecamatan Lolak itu cukup megah namun belum di manfaatkan.

"Sayang bangun besar dan megah ini dibiarkan. harusnya ini dikelola secara maksimal," ujar Kaligis.

Kaligis menyayangkan Rusunawa berlantai 3 itu selalu direhab tapi belum dihuni.

"Percuma sudah dibangun dengan anggaran besar tapi tak dimanfaatkan. Saat ini saja sudah banyak yang ingin tinggal," jelasnya.

Sementara itu, pihak Sekretaris Dinas Perkimtan Sulut, Ir. Desmar Laoh, menerangkan bahwa rusunawa itu dibangun pada tahun 2016 lalu oleh tim Satker Kementerian Pusat.

"Ini dikerjakan oleh Satker Pusat tapi berkoordinasi dengan daerah," jelasnya.

Ditambahkannya, untuk tahun 2019 ini ada anggaran Rusunawa lewat APBN yang dilaksanakan oleh daerah.

"Tahun ini ada anggaran dari pusat, tapi pelaksanaannya di daerah," tutupnya.

Diketahui anggota DPRD Bolmong yang turut hadir dalam kunker kali ini, Musli Manoppo, Vera Pandelaki, I Nengah Sukarma, Chindra Opod, Suny Dampi, Swempry Rugian, Tamrin Mokoginta, Ferry Rengkuan, Ketut Sukadi. (Val)

TEMUI GENERASI MUDA KOTA BITUNG, ADRIANA DONDOKAMBEY PASTIKAN SISWA SULUT DAPAT FASILITAS BELAJAR TERBAIK

KOMENTAR MANADO - Kerinduan kaum muda  di kota Bitung terutama kalangan pemuda  akan peningkatan sarana pendidikan  guna meningkatkan prestasi pelajar  di daerah tersebut, disampaikan langsung kepada Anggota DPRD Sulut Adriana Dondokambey  saat mengunjungi  SMA.N I Bitung, Selasa (15/12019) baru-baru ini.

Para pemuda di Kota Bitung ini menaruh harapan besar pada Adriana Dondokambey untuk membantu melalui pemprov Sulutagar bisa mendapatkan fasilitas yang layak demi kenyamanan belajar.
"Sebagai seorang pemuda kami sangat membutuhkan sarana-sarana pembelajaran yang memadai di Sulawesi Utara agar kami bisa mengukir prestasi-prestasi yang membanggakan. Untuk itu, kami sangat berharap Bu Adriana bisa mewujudkan keinginan kami," kata salah satu pemuda Kota Bitung, Williando Ering,

Ia menambahkan, sarana pembelajaran yang memadai akan meningkatkan minat belajar sehingga potensi-potensi pemuda bisa berkembang. Dengan begitu, pemuda tidak perlu pergi jauh untuk menuntut ilmu.

"Sarana pembelajaran yang memadai bisa mengembangkan potensi-potensi pemuda. Kami lihat, pemuda di Sulut khusunya pemuda Kota Bitung mempunyai potensi yang tidak kalah dengan pemuda-pemuda di kota besar lain. Jadi kalau di sini fasilitas pendidikan sudah memadai kami tidak perlu pergi ke kota besar untuk melanjutkan studi," kata dia.

Senada dengan Williando, remaja putri yang berusia 17 tahun, Kezya Tantry juga mengatakan pengembangan bakat dan minat sangat diperlukan pemuda untuk meraih cita-cita. Ketika Adriana Dondokambey menjadi wakil rakyat ia berharap akan ada peningkatan fasilitas pendidikan untuk mengembangkan bakat dan minat.

"Untuk bisa meraih cita-cita seorang pemuda harus tahu bakat dan minatnya di bidang apa. Ini tentunya membutuhkan sarana pendidikan yang lebiha baik lagi. Kami berharap Bu Adriana bisa memperjuangkannya pada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi sulut," kata Keyza.

Menanggapi permintaan pemuda, Adriana Dondokambey yang juga dipercaya sebagai ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Utara menyatakan dengan tegas komitmennya untuk memperjuangkan dan meningkatkan fasilitas infrastuktur pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan guru honorer. Di mana, kedua hal itu merupakan komponen penting untuk menciptakan generasi muda yang berprestasi.

"Kami sangat berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas pendidikan di Provinsi Sulut. Tak hanya itu, kesejahteraan guru honorer juga akan diperjuangan agar pendidikan berkualitas terus hadir di tengah masyarakat. Terbukti, kami dan pemerintah sudah sepakat untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer yang anggarannya sudah dicairkan pada tahun ini," pungkas Adriana.(stem)

BEGINI JALANNYA KONFRENSI PERS BAGIAN KEHUMASAN DAN WARTAWAN PEMKOT MANADO


MANADO KOMENTAR-Bagian Pemerintahan dan Humas Pemkot Manado, Kamis (17/01/2019) menggelar konfrensi pers sekaligus tatap muka dengan Kabag yang baru, Drs Sonny Takumansang dan dihadiri oleh Sekretaris Kota Manado Mickler Lakat. SH. MH, bertempat di ruang Tolu Kantor Walikota Manado.

Konfrensi pers yang dihadiri puluhan wartawan, dari media cetak online, radio dan televisi itu, membahas mengenai keabsahan perusahaan media yang meliput di kantor Walikota Manado.

Awalnya, personil kehumasan membacakan berbagai ketentuan yang harus dipenuhi setiap media untuk menjalin kerjasama dengan Pemkot Manado.

Selanjutnya, Wartawan diberikan kesempatan untuk menanggapi ketentuan-ketentuan yang ditetapkan bagian kehumasan. Disisi ini, kendali kemudian diambil alih Sekot, yang langsung memberikan kesempatan kepada 5 penanya pertama, setelah itu masuk ke sesi kedua dan diakhiri dengan klarifikasi oleh bagian kehumasan yang disampaikan langsung oleh Kepala Bagian Pemerintahan dan Humas Drs Sonny Takumansang.

Menurutnya, masukan-masukan yang disampaikan Wartawan sangat normativ dan dapat diterima. Namun kata Takumansang, ada beberapa ketentuan yang tidak boleh sama sekali di hilangkan, terutama perusahaan yang harus berstatus Perseroan terbatas (PT).

“Ini penting untuk dipahami bersama, jadi semua perusahaan yang bekerja sama dengan Pemkot Manado harus memiliki kata perusahaan dengan status Perseroan terbatas (PT), lengkap dengan penetapan dari Kemenkumham.(jose)

Mantiri : 3 Negara Tawarkan Ini Di Bitung

BITUNG KOMENTAR-Kementerian Dalam Negeri melalui BPSDM melakukan seminar berkaitan dengan PP 28 tahun 2018 tentang Kerjasama Daerah serta pemaparan pelaksanaan studi Kementerian Dalam Negeri dengan Jerman, Selandia Baru dan Korea Selatan serta Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang melakukan kerjasama dengan pemerintah Jepang, di Jakarta. Kamis (17/1/2019).

Hal ini menjadi suatu kesempatan yang sangat luar biasa dimana Kota Bitung dipilih oleh Kementerian Dalam Negeri RI serta mendapatkan kesempatan untuk menjalin kerjasama luar negeri.

"Diantaranya, dari Pihak Devmac (NGO) Selandia Baru menawarkan kerjasama dalam bentuk pelatihan, studi S2 untuk management Disaster serta penanganan Lingkungan perkotaan.

Sedangkan Korea Selatan menawarkan pelatihan tentang penanganan limbah dengan metode cost sharing.

KAS Jerman (NGO) menawarkan pelatihan untuk penanganan radikalisme (deradikalisme) serta penguantan SP3 dalam rangka penegakkan perda," sebut Mantiri.

Dikatakan Mantiri, belum ada kerjasama dan semua ini masih akan kami pelajari tentu saja di sesuaikan dengan kondisi daerah.

"Ini merupakan suatu kesempatan ketika kementerian dalam negeri memasukkan kota Bitung sebagai pilihan untuk kerjasama luar negeri nanti," tambahnya.

Lanjutnya, saya pun memberikan masukan sekaligus permohonan mengenai Manajemen Disaster, Redline SOP Bantuan Alat alat Luar negeri serta berharap dapat melakukan kerjasama luar negeri dengan beberapa negara diatas.

Beberapa perwakilan dari luar negeri yang juga turut hadir antara lain Selandia Baru dan Korea Selatan.

DPRD Sulut Minta Pemprov Seriusi Pembangunan Infrastruktur Di Minsel

Komentar Manado - Laporan hasil reses III tahun 2019 yang disampaikan masing – masing perwakilan di setiap Daerah Pemilihan (Dapil) pada rapat Raparipurna dalam rangka Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun 2018 sekaligus Penyampaian Laporan Kinerja Alat Kelengkapan DPRD serta Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun 2019 dan Penyampaian Laporan Pelaksanaan Reses III Tahun 2018 Rabu, Rabu (16/1-2019) 

Khusus para anggota DPRD Sulut Dapil Minsel – Mitra yang diwakili 5 anggotanya yakni Felly Runtuwene, Edyso Masengi, Boy Tumiwa, Yuddy Moniaga  dan Kristovorus Deky Palinggi  berharap pemerintah propinsi lebih memperhatikan  pembangunan sarana infrastruktur yang ada di wilayah tersebut terlebih Ruas jalan Pontak Mopolo Kalait Lobu yang dinilai terlalu keci anggaranya  untuk menyelesaikan keseluruhan ruas jalan tersebut. 

Anggota Komisi III Edyson masengi yang menyampaikan hasil reses di Dapil Minsel-Mitra  mengaku prihatin dengan ruas jalan tersebut khususnya yang ada di titik desa Powalutan  sering terjadi longsor, sehingga diharapkan dapat  lebih diperhatikan untuk penambahan alokasi anggaran.

Dirinya  mengingatkan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan yang memiliki kewenangan dalam pembebasan lahan untuk saling koordinasi dengan pemerintah propinsi .
“ Kami mengingatkan karena ini merupakan kewenangan kabupaten Minsel dalam melakukan pembebasan  lahan  agarkiranya  pemerintah Propinsi dapat berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Minahasa Selatan sehingga proyek-proyek bisamasuk  untuk peningkatan jalan, “ harap Masengi.

Disisi lain terkait perbaikan jembatan di desa Rap-Rap Minsel yangkondisi saat ini jembatan tersebut masih terbuat dari kayu  untuk segera dilakukan peningkatan termasuk ruas jalan sampai ke wilayah Popontolen.

Begitupun Irigasi di desa Karowa Minsel perlu ada perhatian pemerintah Propinsi untuk dilakukan perbaikan. Masalah lain yang disampaikan terkait  hasil reses para legislator Dapil Minsel terkait program percetakan sawah yang tidak maksimal.

“ Program percetakan sawah memang sedang dikerjakan tapisayangnya disana tidak dibarengidengan irigasi. Iniperlu ditindak lanjuti dengan melakukan normalisasi sungai Ranoyapo, , “ tukasnya.
Wakil Gubernur Steven Kandou menyampaikan apresiasinya kepada seluruh wakil rakyat Sulut yang telah melaksanakan agenda paripurna penyampaian hasil reses di masing masing dapil.

“ Ini merupakan satu konsistensi  menunjukan eksistensi pemenuhan tugas serta tanggung jawab  dalam menjalani  komponen pembangunan bangsa khususnya di bumi nyiur melambai  ini. Apa yang disampaikan ini tidak hanya berlalu namun perintah pak Gubernur aakan ditindak lanjuti Sekprov untuk mengelaborasi  semuan aspirasi masyarakat. Apa yang menjadi kewenangan pemerintah pusat  nantinya akan dikoordinasikan dengan instansi perwakilan yang ada di Sulawesi Utara. Begitupun yang menjadi kewenangan  pemerintah kabupaten/kota akan diperhatikan dan dilanjutkan kepada pemerintah kabupaten, “ tandas Wagub. (stem)


Ketua DPRD Sulut Andre Angouw Pimpin Sidang Paripurna Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun 2018 Dan Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun 2019


Komentar Manado - Mengawali tahun 2019 DPRD Sulut menggelar Raparipurna dalam rangka Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun 2018 sekaligus Penyampaian Laporan Kinerja Alat Kelengkapan DPRD serta Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun 2019 dan Penyampaian Laporan Pelaksanaan Reses III Tahun 2018 Rabu, Rabu (16/1-2019) siang.

Rapat paripurna tersebut dipimpin ketua DPRDSulutAndrei Angou didampingi wakil ketua masing-masing Wenny Lumentut, Marthen Manopo dan Stvanus Vreeke Runtu serta dihadiri Wakil Gubernur Steven Kandou.

Pada kesempatan tersebut dilakukan penyerahan Laporan kenerja Alat Kelengkapan DPRD (AKD) oleh Wakil ketua Wenny Lumentut mewakili unsur pimpinan, sedangkan untuk Komisi I diserahkan oleh H. Hanafi Sako, SE, Komisi II oleh Noldy Lamalo, Komisi III oleh Amir Liputo dan komisi IV diserahkan langsung oleh ketua komisi James Karinda.

Sedangkan untuk AKD lainnya yakni Bapemperda diserahkan oleh angggotanya yakni Netty Pantow serta Badan kehormatan oleh Fanny Legoh.

Rapat paripurna dilanjutkan dengan pembcaan laporan hasil reses III tahun 2018  yang dilaksanakan pimpinan dan anggota DPRD Sulut  pada Bulan Desember2018  yang tersebar di lima Daerah Pemilihan (Dapil) Suluawesi Utara.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O.E. Kandouw mengajak seluruh masyarakat ikut menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada 17 April 2019. Sebagai salah satu program prioritas Pemprov Sulut pada tahun ini, Pemilu 2019 bakal memilih Presiden, Wakil Presiden, anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

"Mari kita semua sukseskan Pemilu 2019 di Sulawesi Utara. Masyarakat jangan terkotak-kotak tetapi semuanya mengikuti pesta demokrasi ini dengan penuh kegembiraan dan kedamaian," kata Kandouw saat menghadiri Rapat Paripurna di Kantor DPRD Sulut, Rabu (16/1/2019) siang.

Selain itu, Wagub Kandouw juga mengapresiasi para pimpinan serta anggota DPRD Sulut yang senantiasa konsisten menunjukkan eksistensi pemenuhan tugas, peran dan tanggungjawabnya sebagai komponen pembangunan bangsa di Bumi Nyiur Melambai.

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan anggota dewan yang senantiasa menjalin koordinasi dan sinergitas yang positif dengan segenap komponen pembangunan di daerah ini, utamanya Pemerintah Provinsi, dalam mengawal pencapaian visi dan misi pembangunan daerah di Sulawesi Utara," kata Kandouw.

Terkait aspirasi masyarakat Sulut yang disampaikan dalamlaporan hasil reses, Wagub memberi apresiasi apa yang telah dilaksanakan seluruh anggota dan pimpinan DPRD dalam  menyerap kebutuhan masyarakat di daerah.
“ Apa yang disampaikan ini tidak hanya berlalu namun perintah pak Gubernur akan ditindak lanjuti Sekprov untuk mengelaborasi  semuan aspirasi masyarakat. Apa yang menjadi kewenangan pemerintah pusat  nantinya akan dikoordinasikan dengan instansi perwakilan yang ada di Sulawesi Utara. Begitupun yang menjadi kewenangan  pemerintah kabupaten/kota akan diperhatikan dan dilanjutkan kepada pemerintah kabupaten sesuai undan- gundang yang ada dimana pemerintah kabupaten/kota  dan pemerintah Propinsi harus saling berkoordinasi dalam mencapai upaya pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat. “ tandas Wagub.

Ketua DPRDSulutAndrei Angowmemberikan apresiasi atas terselenggaranya agenda DPRD Sulut sampai akhirtahun 2019.

“ Saya memberikan appresiasi bagi kita semua pimpinan maupun anggota DPRD Sulut yang telah bekerja keras sehingga semua agenda di tahun 2018 bisa terlakasna dengan baik sampai penutupan masa sidang tahun 2018 ini,” tutp AA sapaan akrabnya.

Rapat paripurna turut dihadiri jajaran Forkopimda, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS dan para pejabat Pemprov Sulut. (stem)

 Adapun rapat paripurna ini digelar dalam rangka Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun 2018 sekaligus Penyampaian Laporan Kinerja Alat Kelengkapan DPRD serta Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun 2019 dan Penyampaian Laporan Pelaksanaan Reses III Tahun 2018.

Terkait penyampaian laporan pelaksanaan reses, Kandouw mengatakan Pemprov Sulut akan membahasnya sekaligus menyusun langkah strategis dan rencana kebijakan yang diperlukan.
"Sehingga seluruh kebutuhan dan aspirasi masyarakat dapat terakomodasi dan terlaksana," beber Kandouw.
Untuk diketahui, sepanjang tahun 2019, Pemprov Sulut mengoptimalkan 10 program prioritas, yakni : Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran; Pembangunan pendidikan; Pembangunan kesehatan; Revolusi mental dan reformasi birokrasi; Infrastruktur dan pengembangan wilayah termasuk wilayah perbatasan; Kedaulatan pangan; Trantibmas dan sukses Pemilu Presiden & Legislatif; Peningkatan daya saing investasi; Pembangunan pariwisata dan Pengelolaan bencana dan mitigasi iklim.
Rapat paripurna turut dihadiri jajaran Forkopimda, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS dan para pejabat Pemprov Sulut.

SEKOT MICKLER LAKAT PIMPIN APEL KORPRI PERDANA TAHUN 2019


MANADO KOMENTAR-Pemerintah Kota Manado, menggelar apel korpri perdana ditahun 2019 bertempat di Lapangan Sparta Tikala Manado, Kamis (17/01/2019).

Apel korpri tersebut dipimpin Sekretaris Kota (Sekot) Manado Mickler Lakat. SH. MH, atas nama Walikota DR. Ir. G. S. Vicky Lumentut, SH, MSi, DEA.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota mengatakan, bahwa ASN sebagai Abdi Negara dan Pelayan masyarakat harus memberikan pelayanan yang prima,

"Apel Korpri bukan sekedar seremoni belaka tetapi merupakan instrumen indikator kesiapan seluruh ASN dan THL dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara, abdi masyarakat, kita harus beri pelayanan prima kepada masyarakat" terangnya, mengutip isi sambutan dari Walikota GSVL.

Pada kesempatan itu, Sekot juga mengingatkan beberapa hal pokok yang harus menjadi perhatian bersama yaitu, menghadapi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dimana dari 207 kasus di Sulut, 102 kasus terjadi di Manado "Banyaknya kasus DBD mengindikasikan kualitas lingkungan yang buruk, segera benahi dari lingkungan rumah kita” ujar Sekda.

"seluruh ASN dan THL yang datang kantor wajib membawa air minum sendiri dari rumah dengan menggunakan wadah non plastik seperti thumbler dan sejenisnya” tukasnya.

Disisi lain, Sekot juga menghimbau warga Manado untuk terus waspada terhadap cuaca buruk yang sedang melanda kota Manado, yang telah berdampak pada terjadinya  banjir, longsor, banjir serta ada beberapa pohon yang tumbang dan mengancam keselamatan warga.

"Tetaplah waspada dan selalu berkoordinasi dengan para petugas di wilayah masing-masing agar segera dilakukan tindakan-tindakan preventif saat terjadinya bencana, selalu berdoa karena kita tidak sendiri, karena Tuhan selalu bersama kita,”tandas Sekot.

Apel korpri diakhiri dengan penyerahan Satyalancana Karya Satya kepada ASN yang telah berbakti selama 10, 20 atau 30 tahun lebih yang telah menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetian dan pengabdian, sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap pegawai lainnya dan juga pemberian SK Pensiun bagi ASN yang telah memasuki usia pensiun.
Turut hadir Para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Eselon III, eselon IV, para Camat, Lurah dan seluruh ASN Pemerintah kota Manado.(jose)



AKIBAT HUJAN TERJADI GANGGUAN MESIN PENJERNIH AIR. DIRUT PT. AIR MANADO MINTA MAAF

OTNIEL KOJANSOUW
MANADO KOMENTAR-Adanya intensitas curah hujan yang cukup tinggi membuat tingkat kekeruhan air sungai yang menjadi sumber baku untuk proses pengolahan air bersih IPA Paal 2 dan sungai Tondano serta air baku IPA Lotta yang dialiri sungai desa Kali Pineleng menjadi tidak normal.

Dan hal itu tentu mengganggu pendistribusian air oleh PT Air Manado. Dengan adanya gangguan terhadap mesin penjernih air milik PT Air Manado, ikut mengganggu pendistribusian air kepada masyarakat pelanggan. Direktur PT. Air Manado Ir Otniel Kojansouw menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat pelanggan yang ada di Kota Manado dan sekitarnya.

Melalui Humas Joshua Rantung dijelaskan, gangguan pelayanan awal bulan Januari, karena intensitas curah hujan yang menyebabkan tingkat kekeruhan air sungai..

Kekeruhan air sangatlah berpengaruh pada sistem penjernihan produksi air bersih. Namun begitu, Dirut Otniel Kojansow katanya, langsung melakukan pantauan ke Instalasi Pengolahan Air bersih (IPA) yang merupakan dapur pengolahan dan sumber distribusi air bersih.
“Kami mengakui adanya keterbatasan system penjernih air. Namun secara teknis bahwa ada juga kemungkinan gangguan pelayanan oleh karena faktor pemadaman listrik,”ujar Rantung, Kamis (17/01/2019) di Manado.

Dijelaskannya lagi, semua operasional pompa dan aktivitas di instalasi serta penerangan di kantor menggunakan power full pasokan listrik dari PLN.

“Kami tetap melakukan koordinasi untuk jadwal pemadaman apabila memang ada schedulenya agar gangguan dapat kami sosialisikan ke warga masyarakat. Misalnya gangguan pelayanan karena pemadaman pada tanggal 6 dan 10 Januari lalu , serta pemadaman yang terjadi secara tiba-tiba pada hari Sabtu sore 12 Januari 2019 cukup mengganggu mesin produksi,”kata Rantung.

Disisi lain, PT Air Maado menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak PLN  karena dengan cepat kembali mengaktifkan penerangan listrik sehingga touble yang terjadi teratasi dan pemulihan dapat diperbaiki secara menyeluruh.

“Kami menyampaikan permohonan maaf agar warga dapat memahami kondisi ini dan kedepan PT. Air tetap mengupayakan pembenahan secara menyeluruh,”tandasnya.(jose)



Door, 9 Pelaku Curanmor Bitung Dihadiahi Timah Panas



BITUNG KOMENTAR-Operasi tim Tarsius Polres Bitung berhasil menangkap 9 tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang sering terjadi di wilayah hukum Polres Bitung.

Sebagian pelaku yang diamankan saat ini merupakan residivis kasus yang sama dan sebagian masih pemula. Dari kejadian ini Polres Bitung membuat tindakan tegas dengan menembak 12 orang pelaku di bagian kaki.

Kapolres Bitung, AKBP. Michael Tamuntuan. SIK., Msi, melalui Kasat Reskrim, AKP. Edy Kusniadi. SH pada saat konfrensi pers  mengatakan, pelaku ditangkap dalam Operasi Tim Tarsius dibawah pimpinan Kapolres sejak bulan Desember lalu.


“Pelaku ini ditangkap bersama barang bukti berupa 12 sepeda motor, uang, barang elektronik berupa handphone, laptop dan barang lainnya. Dalam penangkapan kami mengambil tindakan tegas dengan menembak kaki pelaku karena ada yang berusaha melawan da melarikan diri”. Kata Kusniadi.

Ia juga mengatakan Pelaku merupakan warga Kota Bitung, yakni, AR, SA, DAG, ML, RB, HR,  BB melakukan aksi hampir di seluruh wilayah Kota Bitung dengan sasaran parkiran dan rumah – rumah pendudu.  Paling banyak di Kecamatan Matuari, Maesa dan Aertembaga.

“Pelaku dikenakan Pasal 303 ayat 1 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara dan maksimal 9 tahun dan untuk kasus pencurian dengan kekerasan dikenakan Pasal 365 dengan ancaman 9 tahun dan maksimal 12 tahun penjara”. Katanya

Kusnadi juga menambahkan ” Dengan tindakan tegas yang diambil Polres Bitung, kedepan tidak ada lagi yang melakukan kejahatan, paling tidak meminimalisir kejahatan jalanan”. Tutup Kusniadi. (Ivan)
 
Support : komentar.co.id | Jmanado IT | HH
Copyright © 2015. Komentar Manado - All Rights Reserved
By Creating Website Manado IT Admin
Proudly powered by Server Google