Headlines News :

Perjuangkan Ruas Jalan Mopolo-Kalait, Felly Runtuwene : Saya Minta Titik Nol-nya Dari Kecamatan Ranoyapo

Komentar.co.id Manado - Pembangunan infrastruktur jalan Propinsi menuai sorotan anggota Banggar DPRD Sulut Felly Runtuwene yang dinilainya tidak merata. Legislator Dapil Minsel-Mitra ini meminta Pemprov Sulut tidak hanya memfokuskan perbaikan  jalan di Kabupaten Mitra, sementara Kabupaten Minahasa Selatan terkesan dianaktirikan. 

Hal tersebut  disampaikan Politisi Nasdem ini  saat rapat sinkronisasi anggaran perubahan tahun 2018 antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut bersama tim TPAD Pemprov Sulut yang dipimpin langsung Sekprov Edwin Silangen, Senin (17/9).

“ Anggaran kemarin sebesar kurang lebih 7 Milyar untuk perbaikan jalan, itu sudah masuk di Kabupaten Minahasa Tenggara. Saya minta untuk tambahan anggaran proyek Kalait-Lobu sebesar 1,7 milyar digunakan untuk perbaikan ruas jalan di kecamatan Ranoyapo,  titik nol-nya ada di Minsel karena kemarin itu anggaran perbaikan jalan tidak ada sepeserpun masuk di Minsel, “ tegas Felly.

Pernyataan Felly sangat beralasan mengingat ruas jalan penghubung antara dua kabupaten yakni Minsel dan Mitra saat ini kondisinya rusak  parah akibat longsor yang menutupi ruas jalan yang dilalui 4 desa yakin Mopolo, Powalutan,  Beringin dan desa Kalait.

“ Kemarin masyarakat senang saja kan, ada sekita 14 milyar untuk ruas jalan itu. Nanti begitu kita sampaikan kepada dinas PU, sangat disayangkan saat reses di depan masyarakat yang ada di kecamatan Ranoyapo mereka sangat kecewa, ternyata  itu memang nama ruas jalannya saja  tetapi proyeknya tidak melalui situ, karena titik nolnya tidak jelas dimulai dari mana. Lebih jelaslah dan transparan dari mana titik nol itu, jangan ngambang gitu lho. “ ucap ketua Fraksi Restorasi untuk Keadilan (RNK) DPRD Sulut ini.

Sementara itu kepala dinas PU Sulut Steve Kepel saat dikonfirmasi mengatakan anggaran sebesar 1.7 milyar akan diprioritaskan   perbaikan sejumlah titik yang mengalami kerusakan yang ada di sepanjang ruas jalan Mopolo-Kalait.

“ Mengingat anggaran ini terbatas maka  akan difokuskan dulu  untuk perbaikan sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan. Nantinya untuk pelebaran jalan akan dianggarakan dalam tahun anggaran berikut yakni APBD induk 2019,” pungkas Keppel. (stem)  

Usai Berdebat Dengan Angouw, Felly Tinggalkan Ruang Paripurna


Komentar.co.id Manado –  Sidang paripurna DPRD Sulut Jumat (14/9-2018) dengan agenda Buka/tutup masa persidangan II tahun 2018 dan pembukaan masa sidang ke III tahun 2018,  Penyampaian laporan hasil reses serta Laporan Kinerja alat Kelengkapan Dewan diwarnai perdebatan antara Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan Ketua Fraksi Restorasi Nurani Untuk Keadilan Felly Runtuwene terkait penjelasan Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengenai Ranperda APBD Perubahan 2018..

Felly menginterupsi adanya penyampaian Gubernur yang kemudian ditindak lanjuti dengan pemandangan umum fraksi-fraksi. Hal tersebut menurut Politisi Nasdem ini dianggap sesuatu yang baru dan tidak biasa.

“Ini sesuatu yang baru bagi kami karena sesuatu yang tidak biasa. Kami baru mendengarkan penjelasan bapak Gubernur kemudian langsung dilanjutkan dengan pemandangan umum fraksi. Dari dua hari saya masi menanayakan kegiatan di DPRD,  saya masih tanya kegiatan yang sudah masuk. 
Dari staf Fraksi  mengatakan ada pandangan Fraksi. Saya bilang pandangan fraksi apa? Mereka tidak bisa menjelaskan. Kemudian dua hari terakhirini tidak ada penjelasan apa-ap.Tadi juga saya datang saya diserahkan pandangan fraksi yang bukan saya buat. Saya minta penjelasan pimpinan kalau ini menyangkut  PP 12 tahun 2018 di pasal mana menjelaskan ketika  diberikan penjelasan gubernur kami langsung memberikan tanggapan saat itu juga, mohon dijelaskan, terima kasih,” kata Felly Runtuwene.

Andrei Angouw sebagai Ketua DPRD Sulut sekaligus yang memimpin rapat paripurna tersebut pun mengatakan bahwa aturan tata tertib sesuai PP 12 Tahun 2018 yakni pembicaraan tingkat I, pertama adalah penyampaian dari gubernur, kedua pemandangan umum fraksi-fraksi, ketiga tanggapan gubernur dari pemandangan umum fraksi-fraksi.

“Nah, penyampaian dari pemerintah provinsi ini sudah masuk sejak beberapa hari lalu dan sudah disampaikan kepada fraksi-fraksi, fraksi lain juga sudah menerimanya dan minta fraksi-fraksi menyiapkan pemandangan umum masing-masing,” terang Angouw.

Merasa tidak puas atas penjelasan Angouw, Felly-pun membacakan beberapa pasal dalam PP 12 tahun 2018 sambil menegaskan sikapnya tidak mengada-ada.
Dirinya pula menegaskan, bahwa ia terus melakukan komunikasi dengan salah satu pimpinan dewan.

“Minta maaf pimpinan, kemarin saya masih bicara dengan salah-satu pimpinan dan masih menunggu. Minta maaf ini tidak mengada-ada,” ungkap dia.
Ketua DPRD Andrei Angouw menyambut perkataan Felly Runtuwene mengatakan, bahwa yang dibacakan Felly Runtuwene adalah artikel yang menjelaskan PP 12 tahun 2018.

“PP 12 itu ada 137 pasal, saya jelaskan pasal 9 mengenai pembahasan APBD, pembicaraan tingkat I meliputi kegiatan yakni penjelasan kepala daerah dalam rapat paripurna mengenai ranperda, pemandangan umum fraksi, tanggapan atau jawaban kepala daerah terhadap pemandangan umum fraksi, itu yang kita lakukan hari ini,” tegas Ketua DPRD Sulut ini.

Lagi, Runtuwene mempertanyakan dasar fraksi-fraksi langsung menyampaikan pemandangan umum ketika Gubernur baru saja menyampaikan penjelasan Ranperda.

“Pertanyaan saya jelas sekali bahwa ini mekanisme baru, dasar apa bisa langsung menyampaikan (pemandangan umum), bapak Gubernur baru menyampaikan (penjelasan Ranperda),” sembur Legislator dari dapil Minsel-Mitra ini.

Mendengar pertanyaan Felly Runtuwene bertubi-tubi  Angouw terlihat sedikit emosi bahkan dirinya menghimbau agar Felly Runtuwene lebih rajin hadir  agar dapat mengikuti seluruh agenda DPRD Sulut dan tidak ketinggalan informasi.

“Dasarnya dari jadwal Banmus materi sudah disampaikan dari beberapa hari lalu, karena ibu Felly nda maso-maso kantor makanya ibu Felly nda tau, fraksi-fraksi lain sudah siap,” ucap Angouw.

Sadar dengan situasi di rapat paripurna, bahkan di hadapan Gubernur, dua anggota dewan lain yaitu Edwin Lontoh dari Partai Demokrat dan Amir Liputo dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun turut memberikan penjelasan lewat interupsi.

“Untuk meluruskan saja, kalau mengenai ini yang kemarin kita ada rapat Banmus, jadi bukan mekanisme yang baru atau seperti apa, sama, waktu itu Banmus serahkan ke pimpinan untuk mengagendakan rapat paripurnanya. Jadi, saya rasa juga teman-teman selain seperti kami juga Fraksi Demokrat sudah menerima rancangan tersebut maka kami sudah menyiapkan pemandangan umum fraksi,” tutur Edwin Lontoh.

Sedangkan Amir Liputo mengatakan, agenda rapat paripurna penjelasan Gubernur, pemandangan umum fraksi-fraksi dan tanggapan Gubernur diputuskan pada rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Sulut.

“Tentu di ruangan ini kita semua punya hak bicara menyampaikan pendapat. Perlu saya ingatkan bahwa agenda ini tidak akan terlaksana kalau tidak ada pertemuan pimpinan fraksi dan pimpinan DPR. Semalam kami menelepon Ketua DPRD mempertanyakan bahwa ini sudah dijadwalkan, dan di Banmus sudah dibicarakan diserahkan pada pimpinan. Karena ini ada miskomunikasi, khusus kami Fraksi Amanat Keadilan, dari awal kita mengikuti maka kami mempersiapkan karena kami sudah menerima (bahan) dari tiga hari lalu,” kata Amir Liputo memperkuat pendapat Andrei Angouw dan Edwin Lontoh.

Tak lama setelah melakukan interupsi, Felly Runtuwene terlihat meninggalkan ruang paripurna tanpa menunggu pandangan Fraksi Restorasi Nurani Untuk Keadilan yang disampaikan anggota Fraksi Norry Supit.(stem*)


Polres Minsel Ciduk Dua Orang Tersangka Pelaku Judi Togel

Komentar,co.id Amurang - Polres Minahasa Selatan, melalui satuan reskrim mengamankan 2 (dua) pelaku judi togel, yaitu ET (Elisa), 65 tahun; dan JT (Jolly), 49 tahun, kedua duanya adalah warga Kelurahan Bitung, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Kamis malam (13/09/2018) sekitar pukul. 22.00 wita. 

Kasat Reskrim AKP Arie Prakoso, SIK, saat dikonfirmasi pada Jumat pagi (14/09) di ruang kerjanya mengatakan bahwa, Awalnya tim mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya praktek judi togel, kemudian setelah dilakukan penyelidikan dan pengembangan akhirnya kami berhasil mengamankan 2 (dua) orang tersangka yaitu ET dan JT, keduanya warga Kelurahan Bitung, Amurang, “ungkap Prakoso. 

Dari tangan para tersangka, Polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp. 330.000, kertas syair, kupon togel, dan buku rekapan. 

Disisi lain  Kapolres Minahasa Selatan AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK, sudah membuktikan ungkapannya kepada awak media, secara tegas menyatakan  jajaran polres hingga saat ini tetap berkomitmen dalam upaya pemberantasan segala jenis penyakit masyarakat seperti praktek judi togel.

“ Kami sudah mengamankan kedua pelaku tersebut, dan kami akan terus mencari benang merah yang selama ini sudah terputus karena ini merupakan  dalang dari penyakit masyarakat. Saya berharap selain  melibatkan instansi terkait, diharapkan juga kepada seluruh awak media untuk bisa membantu. Saya memberi apresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada warga yang pro aktif memberikan informasi terkait dengan praktek perjudian yang sudah meresahkan masyarakat ini, “pungkas Winardi. (ren)

Dipecat Sebagai Kader PKPI, Jurnalis Senior Ini Bakal Gantikan Posisi Bart Senduk Di DPRD Sulut


Wakil Sekretaris DPP PKPI Sulut Jelly Wensy Siwi
Komentar.co.id Manado- Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) Sulut telah mempersiapkan nama pengganti Bart Senduk di DPRD Sulut pasca pemecatan dirinya dari keanggotaan partai diikuti  surat usulan Pergantian Antar Waktu (PAW) yang diajukan  melalui Sekretaris DPRD Sulut pekan lalu.

Nama Herly Umbas yang juga salah satu wartawan senior ini digadang-gadang menggantikan kursi yang selama ini diduduki Senduk

Hal tersebut diungkapkan  Wakil Sekretaris DPP PKPI Sulut Jelly Wensy Siwi kepada wartawan Jumat (14/9-2018) di kantor DPRD Sulut saat melakukan konfirmasi terkait tindak lanjut surat usulan PAW.

“ Jadi hari ini PKPI telah melakukan konfirmasi terkait dengan surat yang dilayangkan PKPI atas usulan pergantian antar waktu saudara Bart Senduk untuk digantikan oleh Herly Umbas sebagai peraih suara nomor urut dua pada Pemilu 2014 lalu dari Dapil Minahasa Tomohon. Saya telah menemui langsung  pak Mononutu selaku sekretaris DPRD, surat usulan PAW sudah diterima dan telah disampaikan kepada Ketua Dewan. Beliau menjamin proses ini berjalan sesuai regulasi PAW,” kata Jelly Wensy Siwy usai menemui sekretaris DPRD Bartolomeus Mononutu, SH.

Meski demikian dirinya berharap Sekretariat Dewan segera  menindak lanjuti usulan dari Partai PKPI dengan mengacu pada tatib PP no. 12 tahun 2012 pasal 101 tentang pedoman DPRD yang didalamnya mengatur regulasi PAW dari anggota dewan, serta  UU no 23 tahun 2014 pasal 193 mengatur tentang proses PAW diselesaikan dalam waktu seminggu kemudian  diajukan ke Gubernur selaku pejabat perwakilan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri.


“ Artinya prosesini dilakukan sesuai tahapan dengan waktu yang normal seperti diatur dalam Tata tertib dan Undang-undang. Karena akan sangat rugi jika proses PAW ini terkesan diperhambat  akan berpengaruh signifikan kepada masyarakat terkait penyerapan aspirasi. Begitupun kerja komisi maupun lembaga dewan secara keseluruhan.,” terang JWS sapaan akrabnya.

Ditegaskannya kembali posisi Bart Senduk dalam keanggotaan Partai PKPI Sulut sudah dicabut melalui  surat pemecatan berdasarkan sejumlah catatan serta alasan teknis internal Partai dikarenakan Senduk dianggap tidak sinkron lagi dengan kinerja maupun anggaran dasar serta anggaran rumah tangga Partai. (stem)


Buka Kegiatan Lomba PSdKR tahun 2018, Bupati Tetty : Berlombalah Dengan Penuh Semangat Untuk Kemuliaan Dan Hormat Nama Tuhan


Komentar.co.id Motoling  - Ribuan Remaja GMIM yang datang dari Berbagai penjuru di wilayah Tanah Minahasa, memadati Lapangan Samratulangi Motoling, kehadiran ribuan remaja-remaja tersebut, dalam rangka Ibadah Syukur mengawali kegiatan Lomba Pesta Seni dan Kreatifitas Remaja se-Sinode GMIM.

Ibadah yang dilaksanakan pada Jumat, 14 September 2018, dipimpin oleh Ketua Sinode GMIM Pdt.Dr. Hein Arina MTh, yang dalam khotbahnya mengajak para Remaja dan Pembina Remaja GMIM untuk mampu menjadi teladan ditengah-tengah masyarakat, lingkungan dan jadi pelopor dalam pembangunan daerah, bangsa dan negara.

Bupati Minahasa Selatan DR.Christiany Eugenia Paruntu SE, hadir dalam kegiatan ini, sekaligus juga membuka secara resmi berbagai lomba dalam giat Pesta Seni dan Kreatifitas Remaja se-Sinode GMIM.

“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Saya selaku Bupati Minahasa Selatan, membuka secara resmi kegiatan PSdKR, yang akan dilalsanakan selama dua hari,” kata Bupati Tetty Paruntu, membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Bupati mengharapkan melalui kegiatan lomba PSdKR para remaja GMIM bisa belajar berlomba dengan menekankan kebersamaan dan terus menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan sesama remaja GMIM, dan tentunya dengan bimbingan dari para pembina remaja.

“Selamat berlomba bagi para remaja se-Sinode GMIM, berlombalah dengan penuh semangat untuk kemuliaan dan hormat nama Tuhan,” kata Bupati Tetty Paruntu.

Sementara itu Ketua KPRS GMIM Pnt, dr.Michaela Elsiana Paruntu SE, menyampaikan puji dan syukur oleh karena ibadah syukur dalam rangka pembukaan Lomba Pesta Seni dan Kreatifitas Remaja GMIM, boleh terlaksana, dengan baik. Dia pun mengharapkan agar para remaja dapat terus semangat mengobarkan semangat remaja GMIM, melalui kegiatan PSdKR ini, diharapkan juga terus melahirkan remaja GMIM yang Multitalent, dan terus dibanggakan oleh keluarga, masyarakat, serta bangsa dan negara.

“Jadilah remaja GMIM yang teladan dan terus dibanggakan, terima kasih serta apresiasi saya berikan kepada para panitia, baik panitia umum, maupun panitia lokal yang ada dijemaat-jemaat, yang sudah bekerja keras dalam mempersiapkan kegiatan yang religi ini, dan teruslah bekerja dan berkarya, bagi kemuliaan nama Tuhan,” kata Micha Paruntu.

Ketua Umum Panitia Kegiatan PSdKR, Adrian Paruntu, menyampaikan terima kasih kepada para panitia, yang sudah bekerja keras dan berpartisipasi aktif mempersiapkan acara lomba PSdKR ini, serta warga masyarakat yang ada di tiga wilayah, yakni Kumelembuai, Motoling Timur, dan Motoling, yang sudah ikut berpartsipasi dalam kesuksesan kegiatan PSdKR ini.

“Mari kita sukseskan kegiatan PSdKR tahun 2018 ini, dan kita tunjukan bahwa Minsel adalah tuan rumah yang baik, dalam setiap ajang kegiatan, apa terlebih ini merupakan kegiatan religi, akhir kata saya Terima kasih kepada semua pihak dan stakeholder yang sudah mendukung dan ikut mensukseskan kegiatan ini.

Seusai ibadah pembukaan kegiatan PSdKR, seluruh remaja yang didampingi oleh para pembina remaja, langsung menuju ke jemaat-jemaat yang ada di tiga wilayah tersebut diatas, untuk mengikuti 20 kegiatan yang berlangsung selama dua hari yakni 14-15 September 2018 di tiga wilayah yakni Motoling, Motoling Timur dan Kumelembuai.(ren)

Bahas Kebutuhan THL, Liow Apresiasi Perhatian Komisi I DPRD Sulut

Komentar.co.id Manado - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pemprov Sulut  Drs Steven Liow memberi apresiasi atas perhatian  komisi I DPRD Sulut terkait  kebutuhan anggaran bagi  Tenaga Harian Lepas (THL) di instansi pengawal Perda ini terutama masalah gaji  maupun  pengadaan atribut bagi Satuan Pemadam Kebakaran.  

Hal tersebut disampaikan Liow kepada sejumlah wartawan di sela-sela pembahasan anggaran   yang dipimpin langsung ketua Komisi I Drs. Ferdinand Mewengkang di DPRD Sulut, Rabu (12/9-2018).

“ Saya melihat luar biasa perhatian para personil komisi I yang ingin agar Satpol PP Sulut  menjadi professional, menjadi Prajawibawa yang betul-betul mampu membawa wibawa pemerintah. Ini akan menjadi catatan khusus bagi kami, “ ucap Liow.

Dirinya menambahkan instansi yang dipimpinnya saat ini memiliki tiga komando masing-masing Polisi Pamong Praja, Satuan Damkar dan satuan Linmas dengan jumlah THL secara keseluruhan sebanyak 378 personil. 

Disisi lain Liow mengungkapkan untuk program kedepan pihaknya sementara mempersiapkan personil Polisi Pamong Praja khusus pariwisata guna menunjang  program pemerintah  OD-SK. 

Meski masih dalam tahap perencanaan dikarenakan keterbatasan anggaran APBD namun  menurut Liow dirinya optimis  kedepan Pol PP Pariwisata ini akan  terbentuk. 

“ Harus diakui kemampuan anggaran kita terbatas, tetapi sambil jalan kita tetap akan mem-backup karena mengingat perkembangan pariwisata di Sulut terutama kunjungan turis mancanegara sangat luar biasa terlebih dari Negara China. Satu hari saja bisa sampai empat pesawat bolak balik dengan kapasitas sampai seribu lebih turis. Ini tentu  menjadi tantangan bagi kita semua  untuk segera berbenah terutama  melihat perkembangan yang ada di daerah ini, “ pungkas Liow. (stem)

Masalah Lahan Tuntas, Pengerjaan Tol Manado Bitung Seksi A1 Berlangsung Tanpa Kendala

Komentar.co.id Manado - Proses pembangunan Tol manado-Bitung dari  titik nol hingga kilometer 7 ( seksi A1) saat ini tidak lagi menemui kendala terutama permasalahan lahan di ST 6100 sepanjang kurang lebih 100 meter, setelah upaya persuasif pihak BPJN XV melalui Yanuar Chalik selaku PPK 1 BPJN XV dibantu  aparat keamanan melakukan pendekatan kepada masyarakat yang semula ngotot  mempertahankan lahan yang berlokasi di Desa Suwaan  tersebut.

Pantauan wartawan Rabu, (12/9-2018) siang  beberapa  alat berat terlihat mulai melakukan aktifitas pekerjaan di lahan tersebut. Meski kondisi terlihat kondusif namun sejumlah aparat keamanan tetap memantau pekerjaan yang dilaksanakan oleh pelaksana proyek PT.Hutama Karya.

“ Sudah ada kesepakatan yang dimediasi oleh Kepala Desa serta aparat keamanan. Masyarakat sudah menerima. Anda lihat sendiri situasinya sangat kondusif,” ujar salah satu personil keamanan yang tidak mau disebutkan namanya kepada wartawan.

Sementara itu Yanuar Chalik selaku PPK 1 BPJN XV Sulawesi Utara - Gorontalo menuturkan terkendalanya proses pengerjaan lokasi ST 6100 berawal dari surat Hukum Tua Desa Suwaan tentang kepemilikan lahan.

“ Dari hasil penelusuran ternyata surat dari Hukum Tua tersebut tidak memiliki dasar sehingga kami memberanikan diri untuk secepatnya melakukan konstruksi di lahan tersebut karena dasar pembayaran yang dilakukan pemerintah melalui tim 9  bentukan Pemprov Sulut sudah tepat. Itulah yang menjadi dasar kami untuk melakukan kegiatan proses konstruksi. Target saya untuk area tersebut tuntas akhir November tahun ini, karena memang tinggal sedikit kurang lebih seratus meter saja.” terang Yanuar.

Ditambahkan mantan Asisten Umum Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan Tanjung Priok ini, secara keseluruhan data laporan tim konsultan, progres konstruksi titik nol hingga kilometer 7  saat ini telah mencapai 60 persen demikian pun proses pengerjan badan jalan Drijit telah banyak mengalami kemajuan.

“ Semua alat dalam keadaan stand bye meski memang ada sedikit permasalahan terutama pembangunan jembatan namun terus dilakukan pengerjaan dan tetap on schedule. Mudah-mudahan penyelesaian terutama tiga dari empat  jembatan yang kami kerjakan  sesuai target yakni pertengahan Desember. Dan secara keseluruhan pembangunan 4 jembatan tersebut selesai bulan Januari atau Februari 2019.“ terangnya.  

Hal senada disampaikan kepala BPJN XV DR Triono Junoasmono saat dicegat wartawan usia Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPRD Sulut baru-baru ini.
Triono optimis  pengerjaan konstruksi titik nol hingga kilometer 7 ( seksi A1) dipastikan akan selesai pada bulan April 2019.

“ Saya pastikan dan optimis untuk pelaksanaan konstruksi Tol Manado-Bitung khususnya dari  titik nol hingga kilometer 7 akan selesai tahun depan yakni bulan April, “ ujar Triono singkat. (stem)
 
Support : komentar.co.id | Jmanado IT | HH
Copyright © 2015. Komentar Manado - All Rights Reserved
By Creating Website Manado IT Admin
Proudly powered by Server Google