Headlines News :

Laporan Sementara Penyebab Buaya Merry Mati


BITUNG KOMENTAR-Hasil Laporan Sementara dari Dokter Hewan PPS Tasikoki terkait buaya Merry yang ditemukan mati pada hari Minggu pagi (20/01/19), diperkirakan terjadi Minggu dini hari/subuh.

Untuk mengetahui penyebab kematian Buaya Merry yang diperkirakan berusia 25 tahun berbobot 600 kg berkelamin laki - laki, Senin (21/01/19) bangkainya di Nekropsi (Otopsi) oleh dokter hewan PPS Tasikoki drh. Dwielma Nubatonis dan drh. Fahmi Agustiadi dibantu Billy Lolowang dan Deity Mekel disaksikan pihak BKSDA dan pihak Polres Tomohon.

Hendrik Rundengan Kasubag Tata Usaha BKSDA Sulut melalui rilis terulis mengatakan proses Nekropsi (Otopsi) terhadap bangkai buaya Merry dimulai pada pukul 13.00 wita dan berakhir pukul 16.00 wita dan bangkai buaya Merry lalu dikuburkan di kawasan TWA Batu Putih pukul 17.30 wita.

Menurut Rundengan, berdasarkan hasil temuan dari pihak dokter hewan sebelum dilakukan Nekropsi menyatakan bahwa dugaan sementara kematian buaya Merry adalah faktor dari awal Rescue di Tombariri sudah mengalami drop sebelum dibawa ke TWA Batu Putih (Daops Manggala Agni).

"Dugaan sementara buaya Merry meninggal karena mengalami Heatstrock dan selain itu ditemukan akumulasi gas yang sangat banyak di organ lambung", bebernya.

Adapun Resume atau Diagnosa sementara hasil pemeriksaan secara Inspeksi (fisik luar) Stress (Drop) - Heatstroke sementara temuan hasil Nekropsi (Akumulasi Gas pada lambung - Obesitas).

Ditambahkan, Tim Nekropsi juga menemukan organ yang di duga manusia berupa tulang belulang manusia (mulai dari lengan sampai sampai jari) dan bertaut dengan kain yang diduga baju/pakaian.

Namun demikian, beberapa sampel organ buaya Merry perlu dilakukan pengujian laboratorium lebih lanjut untuk menegakkan diagnosa yang ada (dapat berkordinasi dengan istansi kesehatan/lab kesehatan) dan Sampel yang diambil dari bangkai buaya Merry rencananya akan di uji di Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros, Sulawesi Selatan.

Sedangkan barang bukti (tulang belulang) yang ditemukan dalam tubuh buaya Merry akan dikordinasikan kembali dengan pihak kepolisian untuk tindak lanjut pemeriksaan forensik dan juga pihak keluarga korban.

Diketahui buaya Merry menjadi perbincangan hangat (viral) tidak hanya warga masyarakat Sulawesi Utara saja tetapi juga warga Netizen karena buaya Merry beberapa waktu lalu telah memangsa Deasy Tuwo yang selama ini telah memberi makan dan merawatnya.


Sumber : RRI.co.id

NANGOY: FELLY-HBL BAKAL LUMAT DUA KURSI KE-SENAYAN. SULUT DAN MANADO NASDEM PIMPINAN DEWAN


MANADO KOMENTAR-Analisa para pakar politik di Sulawesi Utara melaui bermunculan, khususnya perolehan kursi untuk pemilihan legislativ Daerah pemilihan (Dapil) Sulut.

Menurut mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Sulut Ronald Nangoy SE, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) bakal memperoleh kursi pertama untuk DPR-RI, dan kursi pertama akan diraih oleh Felly Runtuwene.

Analisa yang disampaikan Nangoy bukan tidak beralasan. Menurutnya, suara Felly Runtuwene akan mengalir dari 6 Kabupaten kota, yang kepala daerahnya adalah pengurus partai Nasdem. Hal itu kata Nangoy memastikan mesin politik dapat berjalan dengan sempurna dan Nasdem akan menjadi partai terdepan dalam perolehan suara DPR-RI.

“Saya kira yang sangat berpeluang untuk meraih kursi pertama untuk DPR-RI adalah partai Nasdem. Ini sangat realistis Jika saya menyebut Felly Runtuwene sebagai peraih suara terbanyak dan berhak untuk kursi pertama,”ujar Nangoy yang juga mantan Anggota DPRD Propinsi Sulut ini.

Tidak hanya itu, partai Nasdem kata Nangoy, juga berpeluang meraih kursi terakhir dari 6 kursi yang tersediah untuk Sulut, karena line up yang disuguhkan Nasdem pada Pileg bulan april mendatang adalah figur-figur tangguh yang memiliki puluhan ribu pemilih militan tetapi juga memiliki berbagai factor penunjang yang bakal ikut menentukan perolehan suara dari setiap Caleg Nasdem.

Dia kemudian menyebut nama Hillary Brigitta Lasut, (HBL). Faktor Elly Lasut dan Telly Tjangkulung yang tidak lain adalah orang tua HBL, tidak boleh dipandang sebelah mata, karena selain figure keduanya, Ibu dan Ayah dari HBL adalah mentan Bupati Mitra dan Talaud. Belum lagi Elly Lasut yang kini sudah terpilih sebagai Bupati Talaud.

Faktor-faktor tersebut kata Nangoy, dipastikan mampu mendorong HBL untuk menjadi bagian yang sangat penting untuk mendorong HBLuntuk mendapatkan satu tempat duduk  di gedung DPR-RI Senayan Jakarta.

Disisnggung mengenai dukungan warga kota Manado, Nangoy mengatakan, kota Manado Walikotanya adalah Vicky Lumentut. Beliau katanya pemimpin yang sudah sangat dikenal di kalangan pemempin kota se-Indonesia.
”Apalagi Cuma di Manado. Vicky adalah Walikota terbaik se-Indonesia. Lewat tangan dinginnya. Manado juga dinobatkan sebagai kota paling toleran, paling cerdas dan paling baik system tekhnologi ITnya. Selaku Ketua DPW Partai Nasdem Manado tentu beliau akan bekerja maksimal untuk menjadi penentu perolehan suara Nasdem ke DPR-RI dan Manado tentunya. Kalau untuk Manado, saya yakin Nasdem adalah juaranya,”papar Nangoy.

Menyinggung mengenai peluang partai lain. Nangoy menyebutkan, PDI-Perjuangan berpeluang meraih dua kursi kemudian Demokrat dan Golkar masing-masing satu kursi.

Lanjut dijelaskan Nangoy, jika analisanya tidak meleset, maka Nasdem akan memperoleh kursi terbanyak pertama di DPR-RI, kemudian Pimpinan DPRD Sulut dan Pimpinan DPRD Kota Manado.” Ini tentu adalah analisa dan tidak mengikat. Kita tunggu saja 17 April 2019 mendatang,’tandas Nangoy dengan raut wajah penuh keyakinan.(jose)


POLDA SULUT SIAP AMANKAN TAHAPAN PILPRES DAN PILEG

MANADO KOMENTAR - Kapolda Sulut Irjen Pol. Dr. R Sigid Tri Harjanto, SH,MS.i  memastikan pelaksanaan setiap tahapan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) yang pada puncaknya akan berlangsung Bulan April mendatang aman dan terkendali.

Hal ini disampaikan Kapolda kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan pimpinan dan anggota komisi I DPRD sulut Senin 21/1-2019).

“ Kita sudah persiapkan dari setiap pentahapan sampai dengan sekarang, mudah-mudahan Polda Sulut tentunya dibantu stakeholder masyarakat sekalian kita bisa mengamankan seluruh tahapan sampai hari H-nya. Intinya kita siap mengamankan pelaksanaan Pilpres maupun Pileg." tegas Kapolda. (stem)

MAMPIR DI GEDUNG RAKYAT, KAPOLDA LAKUKAN PERTEMUAN SILATURAHMI BERSAMA PIMPINAN DAN KOMISI I DPRD SULUT

MANADO–KOMENTAR - Kunjungan Kapolda Sulut Irjen Pol. Dr. R Sigid Tri Harjanto, SH,MS.i di kantor DPRD Sulut Senin(21/1-2019) disambut hangat para pimpinan DPRD dan komisi I yang membidangi Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). 

Kedatangan Kapolda merupakan silaturahmi sekaligus perkenalan sebagai pejabat baru  sebagai Kepala Kepolisian Daerah di Sulawesi Utara.

“ Ini pertemuan silaturahmi bincang-bincang sore sebagai pejabat yang baru, tentunya saya memperkenalkan diri kepada seluruh anggota dewan yang tadi sudah diterima ketua, wakil ketua khususnya oleh komisi I sambil bincang-bincang sore aja,  tidak ada khusus yang  dibahas. Intinya kita silaturahmi itu saja, “ ujar Kapolda usai melakukan pertemuan 

Hal senada diutarakan ketua DPRDSulut Andrei Angouw mengungkapkan pertemuant tersebut hanya sebatas silaturahmi oleh pejabat baru memperkenalkan dirinya kepada pimpinan dan anggota DPRD.

“ Sebenarnya agenda pertemuan dengan komisi I dengan pak Kapolda, tapi beliau mengatakan dikantor DPRD saja  dan pertemuan ini hanya perkenalan dan silaturahmi saja, “ ucap Angouw singkat.

Meski demikian Ketua Komisi I DPRD Sulut Ferdinand Mewengkang mengatakan,walau i pertemuan tersebut hanya sebatas silaturahmi, namun sejumlah agenda dalam rangka persiapan Pilpres maupun Pileg  menjadi perbincangan dalam pertemuan tersebut.

“ Memang pertemuan pak Kapolda dan pimpinan serta Komisi I sempat juga disinggung terkait tahapan Pileg, Pilpres  disamping pada tahun yang berjalan  ini sudah ada agenda persiapan tahapan Pemilihan Gubernur, Bupati yang akan dilakukan serentak pada yahun 2020. Disamping itu kami menyampaikan beberapa pemikiran kepada pak Kapolda tentang situasi kota Manado, dan penjelasan beliau kepada komisi I dan Pimpina Dewan semua dalam keadaan kondusif. “ terang Mewengkang. (stem)

PEJABAT PEMKOT MANADO TANDA TANGAN PAKTA INTEGRITAS DIHADAPAN WALIKOTA DAN WAWALI


MANADO KOMENTAR-Seluruh pejabat eselon II, III, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Badan/Dinas dan Kepala Bagian, menandatangani pakta integritas dihadapan Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) didampingi Wakil Walikota Mor D Bastiaan SE dan Sekda Micler CS Lakat SH MH, Senin (21/01/2019), usai mengikuti Rapat kerja (Raker) perdana awal tahun 2019, bertempat di Ruang serbaguna lantai dua kantor Walikota Manado.

Dalam pakta integritas tersebut, ada 5 poin penting yaitu tentang sumpah/janji, komitmen dan tekad, yakni menjalankan tugas pokok dan fungsi jabatan yang dipercayakan, tidak melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), melaksanakan kode etik PNS dan tidak melibatkan diri dalam perbuatan-perbuatan tercela yang melanggar hukum.

Diparagraf terakhir pakta integritas menyebutkan, apabila melanggar, maka harus bersedia atas inisiatif sendiri untuk mengundurkan diri dari jabatan dan atau kedudukan sebagai PNS di lingkungan Pemkot Manado.

Walikota GSVL berharap, para pejabat khususnya Kepala OPD dapat menjalankannya dengan baik, diselaraskan juga dengan Komitmen 953 yang sudah berjalan lebih dari 2 tahun.

“Apa yang sudah kalian tanda-tangani ini, harus dijalankan sebaik-baiknya, karena hal itu sudah menjadi sumpah janji, komitmen dan tekad bersama,” tandasnya.(jose)

WOWW…… ALIRAN LISTRIK PADAM. RAPAT EVALUASI PERDANA PEMKOT MANADO TERHENTI SEJENAK

foto ilustrasi
MANADO KOMENTAR  -Suasana di Ruang serbaguna Kantor Walikota Manado, tadi sore tiba-tiba menjadi gelap. Itu karena Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Suluttenggo tiba-tiba memadamkan lairan listriknya. Sontak saja para pejabat yang ada di ruang serbaguna kaget karena semua lampu yang ada di dalam gedung tiba-tiba padam.

Padahal di Ruang serbaguna sedang berlangsung rapat perdana evaluasi progeran tahun 2018, yang dipimpin langsung Walikota Manado DR. Ir GS Vicky Lumentut. SH. M.Si. DEA dan Wakil Walikota Mor Bastian SE, yang dihadiri ratusan Pejabat eselon II, III, IV serta ASN yang berkaitan dengan kegiatan evaluasi.

Meski rapat sempat terhenti sejenak, namun karena Pemkot Manado menyiapkan genset, sehingga lampu di ruang serbaguna dapat segera dinyalakan dan rapat evaluasi dapat kembali dilanjutkan.(jose)

JAGA KOTA MANADO TETAP BERSIH. WALIKOTA TAMBAH MOTOR SAMPAH DISETIAP LINGKUNGAN


MANADO KOMENTAR-Untuk menambah kekuatan personil pengangkut sampah, Pemerintah sudah melakukan penambahan motor sampah di setiap lingkungan.

Dengan adanya penambahan motor sampah, maka diharapkan, para petugas menjemput langsung sampah di depan rumah penduduk sehingga lingkungan disekitar rumah penduduk tetap bersih dan bebas dari jentik-jentik penyakit demam berdarah.

Disinggung mengenai predikat salahsatu kota terkotor yang disandang kota Manado adalah soal keberadaan Tempat pembuang akhit (TPA) yang sudah tidak memadai. “Mengenai penilaian Manado Kota Kotor, itu karena persoalan TPA,” terang Walikota dua periode ini.

Ditambahkan Walikota Vicky Lumentut, sejak 2014 Kota Manado mengalami banjir bandang, maka terjadi penumpukan sampah dengan volume yang tinggi, sementara salah satu syarat untuk penilaian Adipura adalah TPA yang menggunakan sistem sanitary landfill. Namun dalam kondisi saat ini TPA Sumompo sudah tidak memungkinkan lagi untuk diadakan sanitary landfill.

“Bagi saya, jangan bermimpi mendapat adipura, tapi dahulukan lingkungan ini bersih dan sehat. Saya sudah keliling , sudah tidak ada tempat pembuangan sampah. Namun jika ditemukan permasalahan sampah, silahkan berikan masukan nanti kami evaluasi. Mengenai masalah TPA sudah sepantasnya ada TPA yang baru, dan yang lama ditutup,” jelas Walikota Vicky Lumentut ketika memberikan sambutann usai meresmikan renovasi salahsatu sekolah di Kecamatan Mapanget.

Diakhir sambutannya. Walikota berjanji akan segera menempatkan alat pembakar sampah dibeberapa tempat. “Semoga Kota Manado makin maju, bersih dan sehat, serta aman dan tentram.(jose)

WALIKOTA GSVL PAPARKAN PERAN PEMKOT RAIH KOTA PALING TOLERAN SE-INDONESIA DIHADAPAN FORKOPIMDA TEGAL


MANADO KOMENTAR-Senin (21/01/2019),  Walikota  Manado DR. Ir. G. S. Vicky Lumentut, SH, MSi, DEA didampingi Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan, SE menerima Kunjungan Kerja Walikota Tegal HM. Nursholeh, M.Mpd bersama rombongan, bertempat di ruang Tolu lantai dua kantor Walikota Manado.

Pada kesempatan itu, Walikota Vicky Lumentut bersama Ketua Dewan Norce Heny Van Bone menyambut baik kedatangan Walikota Tegal bersama rombongan

” Kami beri apresiasi positif atas kedatangan pak Walikota Tegal bersama Forkopimda dan sudah memilih kota Manado untuk melakukan kunjungan kerja” ujar Vicky Lumentut.

Sementara itu, Walikota Tegal Nursholeh mengatakan, tujuan Pemkot Tegal kunker ke kota Manado, bermaksud untuk belajar tentang peran pemerintah kota Manado menjaga kerukunan yang menurutnya sangat menonjol di Indonesia.

Dia kemudian mengungkapkan, bahwa kota Manado pernah dinobatkan sebagai kota yang memperoleh nilai tertinggi, sebagai kjota paling toleran di Indonesia.

“Kami dengar dan baca diberbagai media Manado merupakan role model keberagam budaya dan  agama di Indonesia, maka kami datang ke-kota Manado untuk mencari tau kunci sukses kerukunan kota ini. Selain itu, kota Manado pernah dinobatkan sebagai kota paling toleran di Indonesia,” tutur Nursholeh.

Sementara itu Walikota Vicky Lumentut pun menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan oleh Walikota Tegal terkait kunci keberhasilan kota Manado dapat meraih penghargaan kota paling toleran se-Indonesia.

“Pilar dalam membangun kota Manado, yaitu pertama, Pemerintah Kota yang menjalankan Birokrasi, kedua merangkul para rohaniawan yang bertugas melakukan pembaharuan umat masing-masing penganut agama, yang terakhir yaitu merangkul awak media yang mengawal program kerja Pemkot Manado sekaligus memberikan koreksi” tandas orang nomor satu di Kota Manado ini.

Lanjut dijelaskanya, begitupun dengan pembentukan Duta Harmoni yang terdiri dari anak-anak muda berasal dari semua golongan agama sebagai ujung tombak untuk mengenalkan toleransi dan kerukunan kepada semua kaum muda di kota Manado sehingga mereka menjadi agen kerukunan dan toleransi, juga pembentukan tim terpadu keamanan yang terdiri dari polisi, AL, Pol-PP disetiap Kecamatan yang bertugas mengawasi wilayah masing-masing sebagai langkah antisipatif agar tidak disusupi.

“Dalam menjaga toleransi dan kebersa maan diadakannya iven tahunan Manado Fiesta dimana akhir kegiatan pada Hari Minggu yaitu thanksgiving kota Manado bersyukur bersama, berdoa bersama, bahkan ketika agama yang lain sedang merayakan Hari besar Keagamaan maka agama lain yang akan menjaga rumah Ibadah misalnya pada hari raya idul fitri maka umat Kristen yang menjaga Mesjid pada saat melaksanakan Ibadah,” pungkas Lumentut.

Diakhir pertemuan tersebut, diserahkan cenderamata oleh Walikota Manado Vicky Lumentut kepada Walikota Tegal Nursholeh, setelah itu Walikota Vicky Lumentut mengajak rombongan Forkopimda Kota Tegal melihat Command Center (C3) Kota Manado yang tidak lain adalah implementasi dari Kota Cerdas.

Ikut hadir dalam rombongan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Tegal Praptomo WR, S.H, Dandim, Letkol Inf Richard Arnold Yeheskel Sangari bersama Forkopimda kota Tegal, Ketua DPRD kota Manado Nortje Van Bone, Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Heri Saptono, Ketua FKUB Pdt. Renata Ticonuwu, Ketua BKSAUA pdt. Roy Lengkong, Ketua FPK Drs. Albert Wuisan, kabag Pemerintahan dan Humas Drs. Sonny Takumansang, MSi bersama jajaran pemerintahan kota Manado.(jose)

Merry Buaya Pemangsa Manusia Akhirnya Mati, Proses Otopsi dan Penyelidikan Dilakukan

BITUNG KOMENTAR-Hewan buas yang sempat heboh memangsa perempuan di perusahaan budidaya mutiara di Desa Ranowangko, Kecamatan Tanawangko beberapa waktu lalu kini, ditemukan mati pada Minggu Pagi (20/1/2019) setelah satwa jenis Buaya Muara ini dievakuasi kolam penampungan air untuk kebakaran Hutan, Kantor Daops Manggala Agni (Pasukan kebakaran hutan dan lahan) Kementerian Kehutanan di Kelurahan Batuputih kecamatan Ranowulu kota Bitung. Merry nama Buaya jenis buaya Muara, dengan berat 800 KG dengan umur diperkirakan 20 sampai 30 tahun akhirnya meninggal di Batuputih.

Buaya dengan Panjang 4,4 Meter dan berat sekitar 800 Kg tersebut awalnya ditemukan oleh piket petugas Manggala Agni dan Piket Resort Taman Wisata Alam Batuputih dalam keadaan lemah Minggu Subuh (20/1) jam 04.45 Wita. “Saya sendiri kaget ketika subuhnya mendapat laporan anggota jika sejak malam sampai subuh itu tidak ada pergerakan dari buaya tersebut sehingga saya minta semua piket untuk tetap memantau pergerakan satwa ini,” kata Komendan Daerah Operasi Manggala Agni Sulawesi dan Gorontalo Hambali Mokoagouw SH, MH.

Pun demikian pagi harinya sekitar jam 06.12 wita saya mendapatkan laporan lagi jika masih sama tidak ada pergerakan, sehingga saya minta piket dari Manggala Agni untuk turun ke kolam. “Saat itu juga saya meminta kepada anggota dilapangan coba turun ke kolam dan memastikan kondisi satwa itu. Dan dari laporan rekan-rekan di sana kondisinya sangat lemah bahkan oleh anggota yang turun ke kolam dipastikan masih ada hembusan anggin dari hidung Merry,” ungkap jebolan Mahasiswa Pencinta Alam Bebas Justitia Fakultas Hukum Unsrat ini.

Namun demikian, dirinya tidak berhak menjawab soal kesehatan dari Merry. “Laporan tadi adalah laporan pandangan mata dari piket, pastinya seperti apa, itu kewenangan dokter Hewan yang ditunjuk BKSDA dan Polres Tomohon sebagai penyidik kasus itu,” katanya.

Dan Laporan lanjutan kata Hambali dari Anggota pada pukul 08.42 wita kondisi satwa tersebut sudah sekarat,
Melihat keadaan seperti itu, Hambali langsung berkoordinasi dengan pihak BKSDA melaporkan kondisi Merry. “Dalam Laporan Piket, tertulis jika pihak Dokter Hewan yang didatangkan dari Pusat Penyelamatan Satwa Tasik Koki (PPST) masuk ke Markas dan memeriksa Merry sekitar Jam 10 pagi” katanya.

Dia sendiri tak bisa memastikan jam Kematian buaya bernama Merry ini. “Soal itu yang harus menjawab adalah pihak dokter yang memeriksa ataupun pihak BKSDA. Memang dari informasi yang didengar rekan-rekan di markas hasil pembicaraan dengan dokter hewan yang memeriksa, rupanya Merry sudah mati,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Wilayah 1 BKSDA Sulut Yakop Ambagau memastikan jika dalam laporan yang diterima pihaknya, benar jika Buaya raksasa tersebut sudah mati. “Soal penyebab kematian satwa ini, kami belum bisa mengetahuinya karena saat ini sementara berlangsung otopsi di markas Dapos Manggala Agni yang dilakukan oleh pihak Polres Tomohon dan Dokter Hewan dari PPST,” katanya.
Soal kematian Merry sendiri dipastikannya mati pada Minggu (20/1) pagi hari. “Kemungkinan dia mati pada pagi di hari Minggu, sekitar pukul 10.00 wita,” kata laki-laki kekar ini.

Untuk penguburan Mery pihak BKSDA belum mempunyai tanggal pasti karena proses Otopsi masih dilakukan. “Tinggal menunggu proses otopsi dan semuanya diserahkan kepada pihak Polres Tomohon. Kami hanya menunggu. Jika proses penyidikannya sudah selesai maka kami siap untuk penguburannya,” kata Ambagau.

Kepala Tatausaha BKSDA Sulut Hendrik Ruindengan saat dikonfirmasi menjelaskan jika umur dari Merry ini diperdiksi sekitar 20 sampai 30 Tahun. “Laporan pemilik umur Merry sudah sekitar 20 Tahun, namun ada Masayrakat jika yang menjadi saksi kejadian ini, menyebutkan jika Merry ada di Tanahwangko sudah besar. Sehingga prediksinya 20 sampai 30 tahun,” ungkapnya seraya meminta kepada warga Sulut jika memang ingin memelihara satwa dilindungi secara aturan itu diperkenankan asalnya menapatkan ijin dari pihak BKSDA. “Karena kami akan melakukan pendampingan soal Makanan sampai kendang,” katanya.

Sumber : Beritasungai

KUNKER KE DISDUKCAPIL KOTAMOBAGU, KOMISI I DPRD SULUT INGIN PASTIKAN HAK PILIH WARGA DAPAT PERLINDUNGAN DARI PEMERINTAH

KOTAMOBAGU  KOMENTAR - Pemilu serentak untuk memilih calon anggota legislative serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang akan berlangsung 17 April 2019  di Sulawesi Utara mendapat perhatian khusus komisi I DPRD Sulut yang membidangi Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Dipimpin langsung Ketua komisi I Ferdinand Mewengkang  bersama anggota masing – masing  James Tuuk, Sjenny Kalangi, Hanafi Sako dan Mursan Ardiansyah Imban menyambangi Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Kotamobagu , Jumat (18 /1-2019) untuk melakukan Supervisi dan Monitoring Evaluasi Perekaman e-KTP di daerah tersebut.

Selain itu tim komisi I yang juga didampingi Dinas Disdukcapil Provinsi Sulawesi Utara mengunjungi Rumah Tahanan (Rutan) Kota Kotamobagu.  

Kepada tim komisi I yang melakukan peninjauan  tempat pelaksanaan perekaman E – KTP di Rutan Kota Kotamobagu bersama  jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bolmong, Bolsel, Boltim dan Kota Kotamobagu , Kepala Disdukcapil Kota Kotamobagu Virgina Olii mengatakan, Disdukcapil Kota Kotamobagu  berupaya melakukan sistim jemput bola dalam melakukan perekaman e-KTP bagi Warga Binaan Rutan Kotamobagu.

Ketua Komisi I Ferdinand Mewengkang  mengatakan,  hak memilih bagi warga negara perlu mendapat perlindungan maksimal dari pemerintah. 

“ Perlindungan dimaksud meliputi jaminan dan kepastian bahwa warga negara berhak turut serta dan berperan aktif dalam pesta demokrasi karena suara mereka juga sangat berpengaruh bagi arah masa depan bangsa Indonesia, “ ujar Mewengkang.

Pimpinan dan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Utara juga turun langsung melihat kondisi ruang tahanan dan berbincang-bincang dengan para tahanan. Menurut petugas rutan jumlah ruang tahanan perlu ditambah dan diperbaiki karena tidak mampu lagi menampung para tahanan.

Dalam kesempatan  tersebut, Komisi ketua komisi I Ferdinand Mewengkang  menyerahkan e-KTP secara simbolis kepada salah seorang penghuni Rutan Kotamobagu.(stem)



 
Support : komentar.co.id | Jmanado IT | HH
Copyright © 2015. Komentar Manado - All Rights Reserved
By Creating Website Manado IT Admin
Proudly powered by Server Google