Headlines News :

PEMBANGUNAN LANTAI DUA SDN 103 DENGAN BIAYA RP900 JUTA, DIDUGA BERMASALAH

SDN 103 MANADO
MANADO KOMENTAR-Pembangunan lantai 2 gedung sekolah dasar negeri (SDN) 103 di Kelurahan paniki satu Kecamatan mapenget Manado, diduga asal jadi.

Itu terbukti ketika wartawan komentar melakukan pemantauan langsung terkait pembangunan SDN 103. Dari data yang dirangkum komentar, lantai 2 sekolah tersebut dibangun dengan biaya APBD-Perubahan kota Manado tahun anggaran 2018, dengan biaya Rp9 ratus juta.

Menurut sumber disekolah tersebut, regel sekolah tidak menggunakan ring balak sehingga berpotesi mencelakakan murid. “Kalau anak-anak basandar regel bisa ambruk karena tidak menggunakan ring balak sebagai penahan,”kata sumber.

Selain itu, ada banyak tehel yang pecah, cakar tiang pancang yang diduga bermasalah.”Jadi ini kalau orang mengarti datang periksa pasti dorang suruh bongkar. Cob lia, ada beberapa bagian beton yang bolong. Kemudian pintu dan jendela menggunakan kayu biasa. Intinya sekolah ini belum layak untuk digunakan,”tandas sumber.

Kepala sekolah SDN 103 Gusti Naray yang dihubungi lewat Tlp mengaku belum menerima penyerahan Pembangunan lantai 2 sekolah tersebut.”Memang torang belum terima karena masih ada yang akan diperbaiki,”ujar Naray.

Sementara itu, perusahaan yang membangun sekolah tersebut, belum dapat dihubungi karena papan proyek yang biasanya terpampang di samping sekolah sudah dicabut oleh peihak perusahaan.(jose)

DIDUGA ANIAYA KONTRAKTOR. OKNUM KADIS PUPR MANADO DILAPOR KE POLISI

ALFONS (korban)                                                         SURAT LAPORAN (foto) LS
MANADO KOMENTAR-Lelaki Alfonsus Sutedja (37), warga Kelurahan Pakowa Lingkungan VI, Kecamatan Wanea, mendapat kado Valentine dari Oknum Kepala Dinas PUPR Manado berinisal RM. Alfons diduga mendapat lebih dari satu pukulan ketika berada di Kantor Dinas PUPR Manado.


“Saya dipukuli lebih dari satu kali oleh oknum Kepala Dinas PUPR di kantor Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), kemarin siang,” ujar Alfonsus di Blue Ocean Coffee Manado, Jumat (15/2/2019).


Sebagaimana dilansir salahsatu media local, Alfonsus yang berprofesi sebagai kontraktor itu, siang kemarin mendatangi kantor dinas PUPR yang terletak di Jalan Ringroad, Kelurahan Tingkulu, Kecamatan Wanea. Dia bermaksud meminta klarifikasi terkait pembayaran proyek yang telah selesai dikerjakannya.


“Saya sudah menyelesaikan pekerjaan, tapi tidak pernah dilakukan pembayaran,” kata Alfonsus.


Menurutnya, sekitar 10 menit berada di ruang tunggu, dia didatangi oleh RM dan bersuara keras “Mo apa ngana”. Tapi saat dirinya berdiri untuk memberi salam, RM langsung melayangkan pukulan ke arah wajahnya.


“Ada tiga pukulan yang mengena di pipi dan pelipis kanan. Kaca mata saya sampai jatuh dan pecah. Untung ada yang melerai dan saya langsung melarikan diri,” terangnya.

Dijelaskan Alfons, bahwa peristiwa pemukulan tersebut sudah dilaporkan ke pihak Polresta Manado.“Saya sudah melaporkan kasus penganiayaan ini ke Polresta Manado,” pungkas Alfonsus.

Sementara itu, Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel, membenarkan adanya kasus penganiayaan yang dilakukan oknum Kepala Dinas di lingkungan Pemerintahan Kota Manado berinisial RM itu. “Benar laporannya ada, dan sedang diproses oleh penyidik,” kata Bawensel.(jose)


OKNUM KETUA KOPRASI DIDUGA MONOPOLI ASET DAN KEUANGAN. FT: SAYA AKAN PERTANGGUNGJAWABKAN LEWAT RAT

foto ilustrasi
AMURANG KOMENTAR-Koperasi yang adalah pilar atau tulang punggung perkenomian Indonesia, memiliki peranan penting dalam membangun perekonomian nasional.

Hal itu tergambar jelas lewat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 1, bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan.
Dengan demikian, koperasi seharusnya menjadi tonggak bagi bangkitnya perekonomian nasional
Akan tetapi, pada kenyataannya jauh berbeda dengan fungsi koperasi itu sendiri berdasarkan definisi, prinsip, dan fungsi Koperasi diatur dalam UU no 25 tahun 1992.

Menurut UU no 25 tahun 1992, Koperasi merupakan badan usaha yang anggotanya orang-seorang atau badan hukum yang kegiatannya berlandaskan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat atas dasar asas kekeluargaan.

Sementara itu, pasal 4 UU no 25 tahun 1992, fungsi dari koperasi adalah membangun dan mengembangkan potensi khususnya para anggota dan pada umumnya masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya, secara aktif berperan dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan masyarakat

Berbeda dengan Koprasi Nelayan Lumba-lumba di Kelurahan Ranoyapo Kecamatan Amurang,. Koprasi yang beranggotakan 13 orang itu, diduga kuat melanggar semangat undang-undang yang tujuannya mensejahterakan anggota.


Pasalnya dari data yang dihimpun berdasarkan kesaksian para nara sumber menyebutkan bahwa, Koprasi yang dibangun bersama selama 7 tahun tidak pernah ada kontribusi maupun pemasukan dan pelaporan yang jelas tentang keberadaan kelompok termasuk aset miliaran rupiah antara lain, mobil Freeser Box dan berapa kapal motor milik koperasi(Pajeko).

“Kami tidak tau bahkan pendapatan selama ini termasuk ada suntikan dana yang masuk kami tidak pernah tau. Bahkan  semua pendapatan dan hasil dari Koperasi Lumba lumba tidak kami trima serta tidak ada Rapat Anggota Tahunan(RAT) sejak 7 tahun yang lalu, semua aset dan pengelolan dikuasai ketua, termasuk pendapatan koperasi, tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan koperasi. Begitu juga aset berupa kendaraan Box Freezer yang disewakan ke orang lain tanpa sepengetahuan anggota. Menariknya lagi, tidak pernah ada pertanggungjawaban tentang Sisa Hasil Usaha(SHU)"jelas Sumber yang tak ingin disebutkan namanya.

Sementara itu FT selaku ketua Koperasi Lumba Lumba kepada media ini mengakui terkait adanya permasalahan ini.” Nantinya semua akan kami bahas lewat Rapat Anggota Tahunan(RAT) yang akan dilaksanakan minggu depan. Semua yang berkaitan dengan pertanggungjawaban akan disampaikan disana termasuk semua aset dalam bentuk fisik maupun pertanggungjawaban SHU dan intinya saya bertanggungjawab agar tidak ada lagi hal hal yang tidak jelas,"ujar FT.

Ditambahkan FT Sisa Hasil Usaha (SHU) yang diterima oleh anggota adalah bentuk natura yang diberikan setahun sekali tepatnya di bulan desember
Permasalahan ini menjadi perhatian Pimpinan DPRD Minahasa Selatan Romi Pondaag SH MH "kami minta ke dinas terkait untuk mengevaluasi setiap koperasi apalagi jika koperasi tersebut bermasalah karna itu tupoksinya Dinas Koperasi dan UMKM"jelasnya
Kadis Koperasi DR M Maindoka saat dikonfirmasi kembali terkait masalah ini lewat HP no 0812xxx tidak menjawab
Koperasi nelayan Lumba Lumba memilki 6 Kapal ikan dengan berbagai tipe Mulai dari 5 GT sampai dengan 20 GT dan hanya satu diantara 6 armada tersebut yang beroperasi sisanya tidak bisa beroperasi karna tidak memiliki ijin.(Ren)

BUPATI MINSEL CEP, CURHAT MENGENAI PENGELOLAAN DANA DESA KE KEMENDES PDTT


AMURANG KOMENTAR-Bupati Minahasa selatan (Minsel) DR, E, Tetty Paruntu,  Kamis, (14/02/2019), diterima Sekjen Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi di ruang kerjanya di Kalibata Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati CEP melaporkan beberapa hal antara lain kegiatan pengelolaan dana desa, pembangunan kawasan transmigrasi hingga perkembangan beberapa kegiatan yang dibiayai dengan APBN, khususnya bantuan dari Kementrian Desa PDTT salah satunya adalah embung desa di desa Talaitad Utara yang pekerjaannya sudah rampung 100%.

Selain itu, Bupati juga menyampaikan harapannya, agar Kabupaten Minsel tetap mendapat perhatian khusus, mengingat keterbatasan anggaran di daerah.

Dari rilis yang disampaikan Kabag Pemhum Minsel Altin Sualang Sekjen PDTT, merespon positif pertemuan dengan bupati minsel.

"Kami senang ibu bupati kesini, kadang-kadang kami mau bantu tapi tidak ada usulan dari daerah, jadi dengan ini kita bisa ada sinkronisasi,"tandasnya.(Ren)

PEMKOT MANADO, GELAR PESTA ADAT TULUDE


MANADO KOMENTAR-Pemerintah Kota Manado, Kamis (14/02/2019), menggelar pesta adat Tulude, bertempat di lapangan Sparta tikala Manado.

Pelaksanaan pesta ada Tulude, budaya adat Nusa Utara, yang digelar Pemkot Manado tahun 2019 ini menjadi istimewa, karena dilaksanakan tepat di hari Valentin atau hari kasih sayang dan peristiwa heroik merah putih.

“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena pelaksanaan Tulude tahun ini digelar tanggal 14 bulan Februari 2019 hari ini. Tapi juga hari ini kita mengenang peristiwa merah-putih yang terjadi di Manado, tepatnya di Teling tahun 1946, tapi juga hari ini ada yang merayakan sebagai hari kasih sayang,” ujar Walikota Manado Pnt, DR. Ir. GS Vicky Lumentut. SH. M.Si. dea (GSVL) dalam sambutannya di pesta ada Tulude Kota Manado.

“Momentum perayaan Tulude kali ini, mari kita terus memperkuat NKRI yang dilandasi dengan ‘baku-baku bae, baku-baku sayang’ antar kita sesama warga Manado. Dan saya mengajak warga Manado asal Nusa Utara, untuk terus mengisi pembangunan Kota Manado ini,” kata Walikota GSVL..



Sebelumnya, Ketua Ikatan Kekeluargaan Indonesia Sangihe Talaud (IKIST) Sulut Prof Dr Orbanus Naharia MSi memberi apresiasi kepada GSVL-Mor yang telah menjadikan pesta ada Tulude sebagai agenda tahunan.

“Terima kasih pak Walikota, denga dijadikannya Tulude ini sebagai agenda tahunan, itu berarti Pemkot Manado di bawah pimpinan GSVL-Mor, memberikan tempat yang istimewa bagi adat dan budaya Nusa Utara,” ucap Naharia.

Dalam rangkaian pesta ada Tulude ini juga dilakukan doa berantai yang dilakukan para tokoh antar agama di Kota Manado, yang menunjukkan bahwa Kota Manado yang kini menjadi kota doa juga sebagai kota toleran yang plural.

Kemudian dilengkapi dengan berbagai atraksi budaya hingga hiburan. Antara lain diisi dengan grup music Qasidah, Barongsai, Vokal Grup Gereja, Koor, hingga tarian khas Nusa Utara yakni Masamper. Bahkan GSVL-Mor ikut berbaur bersama warga ber-Masampar.

Hadir mendampingi Walikota GSVL, Wakil Walikota Mor  D, Bastian .SE, Ketua TP-PKK Manado Prof DR Julyeta Lumentut-Runtuwene MS dan Imelda Bastiaan-Markus SE.Ak, serta para tokoh Nusa Utara dan undangan lainnya.(jose)


Ini Orasi Politik Geraldi M E Mantiri di Hadapan Ribuan Pendukung


BITUNG KOMENTAR - Kampanye terbatas PDI-P dengan mengambil tema Berjuang Untuk Kesejahteraan Rakyat. di Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Matuari, dibanjirii masyarakat, setempat pada Rabu (13/2/2019) kemarin.

Dihadapan ribuan masyarakat salah satu calon legislatif (caleg) yakni Geraldi M. E. Mantiri, SE, mengungkapkan, saya dan masyarakat ditempat ini pasti percaya, Bahwa negara yang kita cintai ini bukan hanya sekedar batas peta. Begitu juga dengan Kota Bitung tidak hanya sekedar disusun atas batas suku, agama, dan golongan dimana kita tinggal.

Geraldy yang akrab dengan awak media ini mengajak warga untuk turun tangan, bergerak, berpartisipasi, bersatu dalam rangka memenangkan partai Politik PDIP di Kota Bitung sesuai arahan Ketua Umum Partai PDIP.

"Berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi. Dan berkepribadian dalam budaya,"kata dia.



Artinya sesuai dengan arah pembangunan nawa cita dari pak Presiden Joko Widodo dan Trilogy Sukarno dalam pembangunan perekonomian serta berpolitik.

"Yang pertama, dirinya tak muluk-muluk akan memperjuangkan Anggaran pada APBD Kota Bitung yang pro rakyat dan menyentuh kebutuhan dasar rakyat, Tak sampai itu saja , ia akan memperjuangkan kepentingan rakyat dalam bentuk perlindungan dan jaminan sosial rakyat yang ditetapkan dalam peraturan daerah, Bahkan akan melakukan pengawasan dalam bentuk kritik konstruktif/membangun terhadap kebijakan pemerintah pro rakyat dan rasa keadilan rakyat,"tegas pria ramah ini.

"Hal diatas dirinya mengungkapkan itulah saya memberi diri maju sebagai calon legislatif dari partai PDI-P, Sebagai visi misi saya kedepannya ketika dipercayakan warga menjadi wakil rakyat jika Tuhan berkenan,"tandas Mantiri.

“ Katakan Ya Jika Benar, Katakan Tidak Jika Salah” tanya Geraldi Menambahkan. (Ivan)

DATA PARKIR MAGAMAS DIDUGA TIDAK BENAR. KOMISI II MINTA PENGELOLAH SERAHKAN DATA SETORAN PAJAK KE BP2R

BENNY PARASAN
MANADO KOMENTAR-Pimoinan Komisi II DPRD Manado Pingkan Nuah mencurigai data data pendapatan parkir yang dibeber Rahman selaku Manajer Keuangan PT Mega Jasa Kelola (Megamas). “Memang ini masih perlu kita kroscek lagi,”koar Pinkan Theresia Nuah SE, Rabu (13/02/2019) bertempat disalahsatu tempat di kawasan megamas Manado.

Pinkan mengaku telah melakukan upaya dengan mengunjungi langsung Kantor PT Mega Jasa Kelola di Megamas. Ia bertandang ke kantor ini, untuk mencari tahu statistik data pendapatan parkir termasuk pajak yang disetor ke pemerintah.

“Parkir kan ada pajaknya, 30 presen. Saya sudah mengunjungi kantor itu, namun belum mendapatkan datanya. Tapi pihak pengelola berjanji untuk memberikan data itu,” tutur personil Komisi II ini.

Di satu sisi, politisi cantik ini lumayan kurang puas ketika mengetahui pendapatan parkir Megamas setara dengan pendapatan parkir Pasar Bersehati Calaca.

“Secara lisan memang mereka menyebut kurang lebih Rp25 juta per hari. Di Calaca juga pendapatannya kurang lebih sama. Nah ini yang akan kita kroscek. Saya juga dapat informasi parkir Mantos pendapatannya kurang lebih sama, Rp25 juta. Kan kita butuh datanya,” seloroh Politisi PDIP ini.

Beberapa waktu lalu, Legislator Komisi II Benny Parasan SH juga pernah menyorot hal ini. “Memang perlu dikroscek mendalam soal parkir ini. Berapa pendapatan per hari, berapa pajaknya. Kita akan bongkar agar sektor pajak parkir kota kita menjadi lebih maksimal,” kata Parasan waktu itu.

“Saya akan minta data setoran pajak ke BP2R. Semuanya harus terang menderang, tidak boleh ada yang ditutup tutupi. Terus terang saya curiga dengan data pendapatan yang disampaikan pihak pengelolah parkir megamas,”tandas Parasan.(jose)

Buka Acara GPPMP dan Diskusi Publik, Lomban Katakan Ini


BITUNG KOMENTAR-Walikota Bitung MAxiliaan J. Lomban  Lomban Membuka Acara Generasi Penerus Pejuang Merah Putih (GPPMP) 2019 dan Diskusi Publik Di Kota Bitung. Bertempat di BPU Kantor Walikota. Rabu (13/02/2019)

Dalam sambutannya Lomban mengatakan Tema Rakernas II dan diskusi publikpada saat ini sangat strategis untuk menjadi pendorong persatuan dan kesatuan bangsa.apalagi pada momentum ini negara kita tengah mempersiapkan diri menyambu pesta demokrasi pemilu 2019.

"Sebagai bangsa yang dibangun dengan persatuan kita perlu jelih melihat berbagai gejolak yang mewarnai kehidupan masyarakat ditahun politik ini," ujar Lomban.


Dalam paparanya Lomban katakan bahwa, pertemuan ini adalah wujud dukungan bagi visi dan program kerja pembangunan di Kota Bitung khususnya dalam hal aktualisasi international hub port dan kawasan ekonomi khusus. kedua program ini sesungguhnya merupakan cita-cita Kota Bitung sebagai Kota Bahari dan Kota Industri.

"Saya berharap GPPMP akan terus eksis jaya dan tetap berkarya bagi negara, menjadi pilar pemersatu bangsa yang mampuh senangtiasa membumikan pancasila sebagai dasar ideologi bangsa  kita di bawah panji-panji merah putih," jelasnya.

Turut hadir Perwakilan Gubernur Sulawesi Utara Kesbangpol Prov. Sulut Drs. Meky Onibala, Wakil Walikota Bitung Ir. Maurits Mantiri, MM, Ketua Dewan Penasehat GPPMP Drs. Theo L. Sambuaga, MIPP, Penasehat GPPMP Mayjen Pur. Rustam Efendi, Dewan Pembina GPPMP Drs. Max Boseke, Ketua Umum GPPMP Djefrey Rawis, SE, Anggota DPR RI Komisi I Dr. Jerry Sambuaga. (Ivan)

WOW….PENDAPATAN PARKIR MEGAMAS HANYA SETARA PENDAPATAN PARKIR PASAR BERSEHATI


MANADO KOMENTAR-Manager Keuangan PT Mega Jasa Kelola Pendapatan parkir di Kawasan Megamas Rahman, kepada wartawan mengatakan, pendapatan parkir di kawasan Megamas hanya Rp25 juta per hari.

Hal ini disampaikannya dihadapan Pimpinan Komisi II DPRD Manado Pingkan Nuah sesudah melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah portal parkir Megamas Manado.


“Jadi pendapatan parkir di kawasan megamas hanya Rp25 juta setiap hari. Data ini adalah rata-rata yang kami terima, karena kadang nyampe kadang pula kurang. Jadi data ini adalah pendapatan rata-rata setiap hari,”jelas Ramhan, bertempat disalahsatu tempat dikawasan megamas, Rabu (13/02/2019) sore.

Ketika wartawan membandingkan dengan pendapatan parkir di pasar bersehati Calaca, Rahman enggan dibandingkan dengan pendapatan pasar.
“Jangan dibandingkan lah. Jangan juga menuding pendapatan ini kecil,”elaknya.

Dikutip lewat media local, Rahman kemudian menjelaskan, bahwa banyaknya kendaraan masuk dan keluar di kawasan bisnis tersebut, bukan berarti semuanya berbayar parkir. Banyak katanya, kendaraan yang masuk keluar adalah milik pengusaha dalam kawasan dan mereka mendapat fasilitas parkir gratis.


“Yang punya ruko dan usaha di sini, dapat komplemen gratis parkir. Ada ratusan kendaraan,” kata dia.
Namun begitu, pria ramah ini tak mampu menyebut berapa banyak kendaraan yang diberikan gratis parkir. Ia juga tak punya data ketika disentil soal ‘jumlah kunjungan’ kendaraan setiap harinya.

“Itu bisa dilihat pada data kami. Namun data yang tersimpan di server hanya untuk sehari saja. Servernya kecil, data kemarin langsung terhapus. Tapi setiap hari kita print out data itu,” bebernya. Sementara, outsourcing atau pengelola parkir Kawasan Megamas, katanya, dipegang oleh Secure Parking. Perusahaan ini menjadi pihak ketika PT Mega Jasa Kelola.

Rahman mengisyaratkan statement yang diberikannya tadi, adalah valid. Apalagi dalam setahun, pemerintah dalam hal ini Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Manado, intens melakukan uji petik.

“Mereka uji petik dan mencocokan data dengan kami. Dan rata-rata datanya seragam, meski pernah waktu lalu ada selisih namun langsung kami bayar,” celotehnya.

“Setiap tahun kami juga diaudit BPK,” tambahnya. Di satu sisi, Rahman menjelaskan parkir di Kawasan Megamas memiliki delapan pintu masuk dan 12 pintu keluar. Namun bila larut malam, tidak semua akses tersebut di buka. “Menyesuaikan dengan keadaan. Biasanya kalau ada iven, pasti rame,” tukasnya seraya menegaskan hanya Megamas yang memberikan gratis masuk dan keluar bila durasinya tidak lebih dari delapan menit.(jose)

BANTUAN DANA KELOMPOK NELAYAN AMURANG DIDUGA RAIB. PIMPINAN DEWAN MINTA KADIS KOPRASI TRANSPARAN

foto ilustrasi
AMURANG KOMENTAR-Pembentukan Kelompok Nelayan oleh masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan adalah upaya lain untuk mendompleng usaha pencarian sebagai nelayan

Pembentukan tersebut didasarkan pada kebutuhan nelayan akan sarana dan prasarana yang minim dilapangan, sehingga dengan dasar pemikiran yang sama secara mufakat atas 10 orang atau lebih membentuk kelompok nelayan dengan tujuan agar semua anggota bisa sejahtera

Namun azas tersebut tidaklah spenuhnya terjadi dan benar, sebagaimana informasi yang berhasil dihimpun oleh media ini. Sebuah kelompok nelayan yang berada di Kecamatan Amurang diduga kuat telah dikuasai oleh satu orang dengan cara memperkaya diri atas bantuan pemerintah terhadap bantuan kelompok yang diterima

“Selama tujuh tahun bantuan kelompok tidak pernah kami terima bahkan, aset miliaran rupiah seperti kapal motor dan mobil serta semua pendapatan hasil dari kelompok selama tujuh tahun tidak pernah kami terima sebagai anggota, Begitu juga dengan suntikan dana bagi kelompok untuk setiap tahunnya, kami tidak pernah tau dan kami menuntut semua hak hak sebagai kelompok untuk dikembalikan"terang sumber yang tak ingin disebutkan namanya.

Sementara itu Kadis Koperasi dan UMKM Kabupaten Minahasa Selatan DR Meidy Maindoka saat dihubungi di nomor 0812xxxx tidak menjawab

Masalah tersebut menjadi perhatian serius pimpinan dewan Romi Pondaag SH.MH. Menurutnya, pihak Dinas Koprasi harusnya melakukan evaluasi terhadap kelompok yang sudah terbentuk.

“Saya minta Dinas Koperasi dan UMKM melakukan evaluasi kelompok kelompok yang mengatasnamakan kepentingan anggota tapi kenyaataanya tidak, Kaji setiap kelompok nelayan ataupun koperasi yang tidak ada perkembangan dan kemajuan. Jangan sudah tau tidak jelas masih dibantu, itu tugas utama Dinas Koperasi dan UMKM. Kadis koprasi harus memberikan penjelasan secara transparan,"tegasnya.(Ren)


 
Support : komentar.co.id | Jmanado IT | HH
Copyright © 2015. Komentar Manado - All Rights Reserved
By Creating Website Manado IT Admin
Proudly powered by Server Google