PEMBENTUKAN AKD DPRD MANADO TETAP MENGEDEPANKAN SEMANGAT KEBERSAMAAN

PEMBENTUKAN AKD DPRD MANADO TETAP MENGEDEPANKAN SEMANGAT KEBERSAMAAN

Kamis, 19 September 2019
JEANE LALUYAN
MANADO KOMENTAR-Pembentukan alat kelengkapan dewan khususnya pimpinan komisi, terganjal oleh dua fraksi yang hendak memperebutkan satu kursi Ketua Komisi yang ditinggal Fraksi PDI-P.

Lalu kenapa satu kursi ketua komisi ini menjadi begitu penting untuk diperebutkan?.Lalu siapa yang disalahkan?. Banyak kalangan politisi yang membicarakan tentang sikap Fraksi PDI-P yang dianggap lemah, karena seharusnya 2 kursi Ketua komisi menjadi milik PDIP, karena perolehan kursi di Dewan kota Manado. Jika itu dilakukan PDI-P, maka pembentukan AKD tidak menjadi polemik.

“Secara proporsional PDI-P harusnya kebagian 2 kursi ketua komisi. Tetapi, kenapa peluang ini tidak diambil? Inikan lembaga politik. Kekuasaan harus direbut,”kata sumber jika merujuk kepada  difinisi politik.

Sementara itu, Politisi cantik PDI-Perjuangan Jeane Laluyan membantah jika Fraksi PDI-P dianggap lemah.”Kita justru mengedepankan asas kebersamaan, sebagaimana semangat yang digelorakan Ketua DPRD Ibu Dra. Aaltje Dondokambey yang juga Ketua Fraksi PDI-P DPRD Manado. Jadi keliru jika ada oknum politisi yang mengatakan Fraksi PDI-P lemah,”tegas Laluyan.

Dia menjelaskan, bahwa komunikasi antar fraksi masih terus dilakukan, agar dalam pemebntukan AKD tidak ada yang tersakiti.
”Kan masih ada waktu. Kita masih memberikan kesempatan kepada dua fraksi yhang saling klaim untuk berembuk, agar menemui asas mufakat. Siapapun yang mendapatkan kursi ketua komisi, harus diletakan apa asas kebersamaan, karena sebagai kader PDI-P sejati. Kita tidak ingin mengkhianati semangat Ketua Fraksi Ibu Aaltje Dondokambey yang terus menggelorakan asas kebersamaan,”tandas Laluyan.(jose)