Headlines News :
Home » , » OLLY : MDSE Ke-8 Beri Dampak Positif Kedaulatan Maritim Sulut

OLLY : MDSE Ke-8 Beri Dampak Positif Kedaulatan Maritim Sulut

Written By Komentar News on Senin, 08 Mei 2017 | 14:21

Komentar.co.id - Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE mengatakan, dipilihnya Sulut sebagai tempat penyelenggaraan beberapa kegiatan nasional maupun internasional merupakan kebanggaan bagi masyarakat Sulut. Kepercayaan selaku tuan rumah akan terus dijawab dengan dukungan yang optimal dari pemerintah daerah bagi suksesnya pelaksanaan kegiatan.

Hal itu disampaikan Dondokambey pada pembukaan 8TH MARITIME SECURITY DESKTOP EXERCISE (MDSE), Senin (08/05/2017) dihotel Arya Duta Manado.

Menurutnya, kegiatan MDSE Ke-8 dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan Sulut ke depan, khususnya dalam aspek kedaulatan maritim di wilayah Sulawesi Utara. 

Pentingnya peranan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) dalam menjaga keamanan laut disebabkan karakteristik wilayah Sulut yang sangat rentan terhadap berbagai tindak kejahatan di laut, seperti penyelundupan, perdagangan manusia, peredaran narkoba. "Kontribusi Bakamla RI sebagai penjaga lautan nusantara sangat penting sehingga kemampuannya perlu dikembangkan agar dapat mengikuti dinamika yang terjadi di lapangan", kata Olly.

Dirinya menyebutkan, dibukanya jalur pelayaran Kapal Roll On Roll Of (RoRo) MV Super Shuttle Roro 12 rute Davao (Filipina) – Bitung (Indonesia) kelancarannya sangat tergantung dengan situasi keamanan laut.

"Jalur pelayaran Davao ke Bitung sudah dibuka. Kami berharap Bakamla dapat terus menjaga keamanan laut untuk kelancaran pelayaran", harap orang nomor satu di Sulut ini.

Sementara Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Ari Soedewo SE MH dalam sambutannya mengatakan data world drugs report 2016 dari United Nation Office On Drugs and Crime (UNODC) yang menunjukkan peningkatan peredaran narkoba melalui jalur laut yang disebut shouthern route.

"Melalui kegiatan MSDE ke-8 diharapkan adanya satu formulasi kerjasama teknis operasional berdasarkan ketentuan hukum internasional dalan penanganan narkoba melalui jalur laut", ujar Soedewo.

Kegiatan yang diikuti oleh peserta dari 22 negara ini turut dihadiri Dr Chris Rahman dari The Australian National Centre for Ocean Resources and Security (ANCORS), Deputy Commisioner Of ABF Michael Outram, Kepala Bakamla RI Zona Maritim Tengah Brigjen Pol Drs Bastomy Sanap SH, Forkopimda Sulut. (ven)



Share this post :
 
Support : komentar.co.id | Jmanado IT | HH
Copyright © 2015. Komentar Manado - All Rights Reserved
By Creating Website Manado IT Admin
Proudly powered by Server Google