Notification

×

Iklan

Iklan

Terbukti dan di Vonis Bersalah Melakukan Politik Uang, Liempepas Bersaudara Terancam Tidak di Lantik

Minggu, 23 Juni 2024 | 22:19 WIB Last Updated 2024-06-23T14:19:44Z


MANADO KOMENTAR-Terdakwa kasus politik uang kakak beradik masing-masing Indra Wiliams Liempepas dan  Christovel Liempepas yang di usung partai Gerindra terbukti bersalah.

Melalui putusan Pengadilan Negeri Manado, Hakim menyatakan, kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana secara bersama-sama melakukan perbuatan yang diatur dalam pasal 523 ayat 2 UU nomor 7 tahun 2017.

Hakim menjatuhkan pidana karena itu, pada terdakwa satu,  Indra Wiliams Liempepas dan terdakwa dua Christovel Liempepas, dengan pidana penjara masing-masing enam bulan.

Menariknya putusan penjara itu, sebagaimana ketentuan pidana, todak perlu dijalani selama masa percobaan satu tahun, kecuali ada putusan hakim dalam perkara yang lain.

Keduanya di bebankan membayar denda Rp 20 juta, subsider kurungan satu bulan penjara, dan membayar biaya perkara Rp5.000,". 


Demikian bunyi amar putusan terhadap dua Caleg terpilih Liempepas bersaudara, yang dibacakan ketua majelis hakim, Iriyanto Tiranda, SH, MH, didampingi Ronald Massa, SH, MH dan Erwin Risky Marentek, SH, MH, sebagai hakim anggota, didampingi Silvana Mato, SH, MH sebagai panitera pengganti, dalam sidang yang digelar di PN Manado.

Setelah membaca amar putusan terhadap Liempepas bersaudara, hakim memberikan kesempatan kepada Liempepas bersaudara maupun penasihat hukumnya Kris Tumbel, SH, Vico Judi, SH, Agung Alexander, SH dan Sasmi Ticoalu, SH, untuk menentukan sikap, selama tiga hari kedepan.

Demikian juga untuk kedua penuntut umum, Bryan Tambuwun, SH, MH dan Stenly Pratasik, SH, MH, diberikan waktu menentukan sikap apakau mau banding atau menerima. 


Sedangkan kepada terdakwa Cerly Lintang, dijatuhi hukuman selama tiga bulan penjara dengan masa percobaan selama enam bulan. Juga diwajibakan membayar denda sebesar Rp5 juta subsidair kurungan satu bulan penjara. 


Majelis hakim dalam amar putusannya, memvonis ketia terdawak bersalah, karena melakukan perbuatan yang melanggar pasal 523 ayat 2 UU nomor 7 tahun 2017.

Menariknya JPU tidak sependapat dengan putusan hakim, lantaran hukuman yang di jatuhkan tidak membalas perbuatan terdakwa.


"Hukuman yang dijatuhkan kepada para terdakwa tidak sebanding dengan perbuatan mereka. Tetapi untuk memperbaiki kelakuan, agar kedepannya, tidak lagi melakukan perbuatan yang melanggar hukum," kata Tiranda. 


JPU yang dimintai tanggapannya, mengatakan akan melapor dulu, tetapi kemungkinan akan mengajukan banding. Sedangkan Penasihat Hukum langsung menyatakan akan banding terhadap putusan tersebut. 

Perlu di ketahui, Liempepas bersaudara dan Cerly Lintang terjerat perkara pidana pemilu, dan menjadi pesakitan sampai terpidana di pengadilan negeri Manado, karena di laporkan melakukan politik uang pada 11 Februari 2024, di saat dlmasa tenang. 


Mereka dilaporkan ke Bawaslu RI, pada 16 April 2024, setelah mengetahui hal tersebut pada 11 April 2024, dari postingan media sosial dan menemui sejumlah saksi, yang mengatakan menerima uang dari para terdakwa.

Berat dan ringannya putusan hakim, kedua terdakwa sudah secara sah terbukti melakukan politik uang, dengan demikian keduanya belum aman atau belum tentu di lantik.

Christofel Liempepas caleg yang terpilih sebagai Anggota DPR RI Dapil Sulawesi Utara dan Indra Wiliams Liempepas terpilih sebagai anggota DPRD Kota Manado dapil Tuminting-Bunaken, keduanya di usung oleh partai Gerindra.


Partai Gerindra yang Ketum nya adalah Presiden terpilih Prabowo Subianto, sangat sensitif dengan persoalan hukum.


Apakah partai Gerindra mau Kadernya yang akan di lantik adalah seorang dengan status terkadwa kasus politik uang?. Kita tunggu reaksi Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan jajarannya.


×
Berita Terbaru Update