Notification

×

Iklan

Iklan

Lantaran Sakit Hati, Cucu Habisi Nenek, Terjadi di Sumendang

Selasa, 18 Juni 2024 | 21:45 WIB Last Updated 2024-06-18T13:46:29Z

foto ilustrasi
SUMEDANG KOMENTAR-Seorang nenek berinisial EK (77) dibunuh oleh cucunya berinisial BS (14) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kasus pembunuhan tersebut dilatarbelakangi oleh sakit hati pelaku terhadap korban.


Menurut Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Maulana Yusuf, motif cucu yang dengan tega membunuh neneknya tersebut karena sakit hati. Sebab, sebelum peristiwa itu pelaku sempat ditegur serta dipukul oleh korban usai dinilai mengotori rumah korban.


"Motifnya karena pelaku merasa sakit hati ketika ditegur sambil dimarahi dan dipukul kepalanya oleh korban pada saat pelaku menanam ubi jalar untuk pakan kelinci," ujar Maulana, Minggu (16/6/2024) seperti di lansir dari detikjabar.




Sementara itu, pelaku yang masih duduk di bangku SMA kelas 1 itu pun langsung diringkus dan kini sudah diamankan di Mapolres Sumedang. Kini ia sudah ditetapkan menjadi tersangka dengan dikenakan pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.


"Korban meninggal di ruang tengah rumahnya. Pelaku sudah kami amankan," kata Maulana.


Sebelumnya, peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada Jumat (14/6/2024) di kediaman korban di Dusun Cinanglang RT 003/001, Desa Neglasari, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.


"Iya benar (ada pembunuhan). Kejadiannya Jumat kemarin di rumah korban," ujar Maulana.


Maulana mengungkap, kejadian pembunuhan itu berawal dari korban selesai menanam ubi jalar di halaman rumah sang nenek. Namun, akibat ubi yang di tanam tersebut membuat rumah korban menjadi kotor dan berantakan. Sehingga korban memarahi serta langsung memukul pelaku.


"Awalnya sekira jam 17.00 WIB setelah menanam ubi jalar di halaman rumah korban, selanjutnya menjadi berantakan dan kotor sehingga korban menjadi marah, dan memarahi pelaku serta memukul kepala pelaku menggunakan batang bambu," ungkapnya.




Mendapatkan perlakuan itu dari sang nenek, lanjut Maulana, pelaku pun kesal dan kembali ke rumah korban pada malam hari. Di situ lah pelaku langsung menganiaya korban dengan menggunakan tangan kosong serta sebuah besi hingga akhirnya korban kehilangan nyawa.


"Kemudian pelaku marah dan malam harinya sekira jam 21.00 WIB pelaku masuk ke rumah korban, kemudian menganiaya korban pada bagian tulang rusuk menggunakan tangan kosong dilanjutkan menggunakan satu batang besi pada bagian kepala dan mengakibatkan meninggal dunia," ungkapnya.




×
Berita Terbaru Update