Notification

×

Iklan

Iklan

Belasan Pemuda Perakit Ratusan Panah Wayer Di Bekuk Tim Resmob Sat Reskrim Polres Bitung

Selasa, 30 Maret 2021 | 00:20 WIB Last Updated 2021-03-29T16:20:29Z

 


BITUNG KOMENTAR-Hasil pengembangan pada Minggu (28/3/2021) sekitar pukul 23:00 WITA hingga Senin dini hari tadi. Tim Resmob Sat Reskrim Polres Bitung berhasil mengumpulkan 11 orang pemuda warga kecamatan Maesa Kota Bitung.


Mereka yang terlibat dalam pembuatan atau pembuatan senjata tajam Panah Wayer yang diduga kuat digunakan oleh mereka untuk aksi-aksi kejahatan dan melukai orang lain.


Penangkapan oleh Tim yang dipimpin oleh Aipda. Denhar Papente disapa akrab Bang Jack berhasil mengumpulkan 11 orang pemuda tersebut di 2 lokasi berbeda sekitar wilayah kecamatan Maesa kota Bitung.


Adapun identitas mereka masing-masing inisial JT alias Jamal (23), ME alias Mevdison (20), FD alias Fabio (19), SB alias Stevanus (17), RB alias Raldisto (24), MN alias Mecris (22), AM alias Asar (17), DB alias Dodi (16), VS alias Viki (16), LP alias Leonardo (22) dan FR alias Faiz (25).


"Dalam lingkaran panah wayer tersebut mereka memilik peran masing-masing dan itu dalam vidio dan di unggah yang kemudian viral di Medsos" , terang Kasat Reskrim Polres Bitung AKP. Frelly Sumampow, SE


"RB menyiapakan anak panah dari besi trali sepeda motor yang diambil dari LP. Sedangkan ME, JT, DB, VS, MN yang mengikat tali gagang pelontar panah wayer" . jelas nya.


"FD dan SB mencari kayu untuk membuat gagang pelontar panah wayer di sekitar belakang rumah saudara AM yang merupakan tempat mereka membuat sajam tersebut" . sambungnya lagi.


Lebih lanjut Kasat Reskrim menjelaskan, "Perakitan sajam tersebut mereka berhasil membuat pelontar panah wayer sebanyak 13 buah serta ratusan ujung anak panah wayer lalu menyimpan nya di rumah RB dalam sebuah gardus mie instan".


"Selang sebulan dari pembuatan atau pembuatan sajam tersebut yakni (21/2/2021) hingga saat mereka ditangkap oleh Tim Resmob, diduga sajam tersebut sudah digunakan dan sudah dibagi-bagi oleh mereka yang lainnya berhasil diamankan sebanyak 14 ujung anak panah wayer bersama 6 buah pelontar " . jelasnya Kasat lagi.


"Perakitan panah wayer tersebut, alasan mereka adalah disebabkan karena dendam sehingga mereka merakit sajam tersebut untuk berjaga-jaga, namun meskipun demikian hal itu tidak dapat dibenarkan karena dapat mengancam jiwa orang lain ". tegas Kasat Reskrim.


"Mereka saat ini sudah diamankan bersama barang bukti panah wayer serta sebilah parang di Mapolres Bitung untuk proses sidik lanjut" , tutup Kasat Reskrim. 

×
Berita Terbaru Update