KPK PERIKSA BUPATI MINSEL CEP TERKAIT PENGAJUAN PROPOSAL REVITALISASI PASAR

KPK PERIKSA BUPATI MINSEL CEP TERKAIT PENGAJUAN PROPOSAL REVITALISASI PASAR

Kamis, 03 Oktober 2019
Foto (detik. Com) 
JAKARTA KOMENTAR-Jaksa KPK meminta Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Tetty Paruntu, memberikan kesaksian yang jujur dalam persidangan dengan terdakwa Bowo Sidik Pangarso.

Sebagaimana dilansir dari detik.com, keterangan Tetty dalam sidang itu berkaitan dengan pengajuan proposal revitalisasi pasar di Minahasa Selatan.

Awalnya jaksa bertanya pada Christiany soal pengajuan proposal itu. Sebab, dalam persidangan sebelumnya, Bowo menjelaskan adanya program pengembangan pasar dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang dibahas di Komisi VI DPR. Dalam program itu, Bowo mengaku dirinya membantu mengusulkan revitalisasi pasar di Minahasa Selatan tetapi, menurut Bowo, si kepala daerah itu sendiri yang harus bersurat ke Kemendag.


"Saya tidak tahu (soal pengusulan proposal tersebut). Saya tidak pernah mengusulkan, nggak pernah tahu program ini," kata Tetty saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (2/10/2019).

Tetty mengaku hanya menandatangani proposal yang telah dikaji Badan Penelitian dan Pengembangan Minahasa Selatan. Selanjutnya soal komunikasi dengan DPR atau kementerian, Tetty mengaku sudah melimpahkan kewenangannya ke Kepala Dinas Perdagangan Minahasa Selatan, Adrian Sumeweng.

"Saya sudah beri kewenangan ke kadis," ucap Tetty.

Mendengar ucapan Tetty, dahi jaksa berkerut. Sebab, menurut jaksa, proposal pengajuan dari pemerintah daerah seharusnya melalui kepala daerah. Jaksa pun mengingatkan Tetty untuk berkata jujur.

"Saya ingatkan mengenai Pasal 22 UU Tipikor, jika tidak memberi keterangan benar, ancaman pidana 3 tahun," kata jaksa.

Sementara itu, Kabag Pemerintahan dan Humas Pemkab Minsel Altin Sualang yang dikonfirmasi lewat WA, Rabu malam (02/10/2019), untuk dimintai tanggapan tidak merespon pertanyaan wartawan komentar.(dtc/komentar)