QHM, "KASIH YESUS" HARUS DISERUHKAN DENGAN KUAT

QHM, "KASIH YESUS" HARUS DISERUHKAN DENGAN KUAT

Sabtu, 21 September 2019

Upacara Baptisan Kudus 

MANADO KOMENTAR.  Quit Hour Ministri yang berpusat di Lomalinda California USA, kembali lagi di Manado untuk "Menyeruhkan Dengan Keras tentang Kasih Yesus Kristus" ( Love Loud ) di 5 titik sekota Manado.

"Love Loud" menjadi Thema Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Quit Hour Ministri selama 10 hari di Kota Manado. Mendapat respos yang tinggi dari warga Kota Manado yang menghadiri KKR ini dari malam ke malam dilima titik,  (Malalayang, Ranotana, Tikala, Paal Dua dan Pandu)

Puncak KKR dipusatkan di Auditorium UNSRAT (21/9-2019),  berupa ibadah Sabath yang dihadiri umat Advent se Kota Manado. Yang dipercayakan menjadi saluran berkat Firman Tuhan adalah Pdt. Praban Barna Lim, dari Quit Hour Ministri California.

Mei Fose, selaku Tiem Leader QHM, sangat berterima kasih dan merasa senang sekali atas suksesnya KKR ini yang menghasilkan 75 orang yang menyerahakan diri pada Yesus Kristus dalam babtisan yang kudus.

Menurut Mei, Quit Hour Ministri telah 80 Tahun memberikan pelayanan penginjilan diseluruh Dunia. Kehadiran di Indonesia (Manado) merupakan yang kedua kalinya setelah 9 Tahun lalu melakukan kegiatan yang sama.

Selama 10 hari di Kota Manado, 18 orang personil QHM dari USA, selain melaksanakan  Kebaktian Kebangunan Rohani.  Juga ada pelayanan kesehatan secara gratis berupa pemeriksaan Tekanan darah, Gula darah, penyuluhan tentang pemeliharaan gigi, dan pemeriksaan mata dengan kaca mata gratis.

Quit Hour Ministri California USA


Pdt. Andries Weley, putra Kawanua yang telah 26 Tahun tinggal di California USA,  juga hadir bersama rombongan QHM. Menurutnya, kegiatan ini merupakan ide pribadinya dan diusulkan kepada organisasi QHM Tahun 2018, lalu karena dalam hatinya masih orang Manado. Jadi hal ini bentuk rasa cinta terhadap tanah kelahiran,  juga kerinduan  agar warga Manado memahami dengan sungguh akan Kasih Yesus Kristus lewat apa saja yang dapat dilakukan walaupun bentuknya sederhana.

Lanjut Weley, merasa senang sekali puncak KKR berupa ibadah Sabath dilaksanakan digedung sengat bagus di Auditorium Unsrat. Inti dari kegiatan organisasi QHM membawahkan Alkitab untuk semua orang di Dunia sebagai Surat Cinta dari Yesus Kristus, jelas Weley yang juga salah satu pembicara KKR di Paal Dua.(jansen)