PENGHORMATAN TERAKHIR UNIVERSITAS PRISMA KEPADA "SALLY TIGNO"

PENGHORMATAN TERAKHIR UNIVERSITAS PRISMA KEPADA "SALLY TIGNO"

Senin, 30 September 2019



MANADO KOMENTAR.   Pimpinan dan jajaran Yayasan PRISMA melakukan penghormatan terakhir kepada Almh. Rizalina Quintos Supit Tiqno (Sally Tigno)  atas dedikasinya dibidang pendidikan sejak didirikannya SMA PIONER, kemudian menjadi cikal bakal berdirinya UNIVERSITAS PRISMA.

Penghormatan terakhir diberikan kepada Almh. Sally Tigno, di Campus Universitas PRISMA Pomorow Kelurahan Tikala Kota Manado dalam bentuk ibadah pelepasan jenazah.

Sambutan Ketua Pembina Yayasan PRISMA John Petsie Ratu, yang diwakili Mardi Ratu, selaku Bendahara Yayasan PRISMA, juga selaku Pembantu Rektor II UNIVERSITAS PRISMA, menyampaikan turut merasakan duka mendalam bersama keluarga besar Supit-Tigno atas kepergian Ibu, Oma tercinta Sally Tigno.

Lanjutnya, sosok Sally Tigno, merupakan seorang wanita yang fenomenal. Banyak orang besar yang lahir dari didikannya semasa di SMA Pioner Manado. Ada yang menjadi Top Exekutif di Pemerintahan dan Swasta bahkan dilembaga Legislatif.

Kata Mardi, hingga saat ini UNIVERSITAS PRISMA masih tetap pertahankan dan menerpakan Motto yang ditanamkan Almarhumah sejak dahulu, yaitu; "Menjadikan Manusia Seutuhnya" disetiap proses perkuliahan mulai dari Dosen hingga Mahasiswanya.

Sedikit dijelaskan Mardi Ratu, tentang keberadaan UNIVERSITAS PRISMA, embrionya dari SMA PIONER yang dirintis Almarhumah. Lompatan besar dari Pembina Yayasan Prisma John Petsie Ratu, yang juga alumni SMA Pioner, mendirikan UNIVERSITAS PRISMA untuk mewujudkan Motto ; "Menjadikan Manusia Seutuhnya".

Almh. Rizalina Quintos Supit Tiqno, meninggal diusia 96 Thn. 8 bln. karena infeksi paru di RS Advent Bandung (26/9-2019). Menurut dr. Reuben Supit (Anak Sulung), sebelum meninggal Almahurmah berpesan agar jasadnya dikremasi.  Namun kesepakatan keluarga untuk dikebumikan di Manado, dengan mempertimbangkan banyaknya mantan anak didiknya yang mau melihat Almarhuma untuk yang terakhir kali.

Ibadah pelepasan Jenazah dipimpin oleh Pdt. Corneles Ramschi, Direktur Pendidikan Uni Indonesia Timur Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.

Turut hadir mewakili Walikota Manado, Michler Lakat, Sekertaris Kota Manado sekaligus memberi sambutan atas nama Pemkot Manado. Pemerintah Kota Manado menyampaikan turut sepenanggungan atas duka yang dialami Keluaga besar Supit- Tigno, dengan harapan anak-anak dan seluruh keluarga diberi kekuatan oleh Tuhan Jesus dalam peristiwa duka ini. (Jansen)