MENGINTIP DAPUR PENJURIAN KEJURNAS TERJUN PAYUNG

MENGINTIP DAPUR PENJURIAN KEJURNAS TERJUN PAYUNG

Senin, 23 September 2019
Suasan Ruang Juri Terjun Payung



MANADO KOMENTAR. Dihari ke Empat (23/9-2019) pelaksanaan Kejuaraan Nasional Terjun Payung yang dipusatkan di kompleks Karpet Biru Paniki Kota Manado, sejumlah awak media diberi kesemptan melihat secara langsung ruangan khusus penjurian Terjun Payung.

Sebelum masuk kedalam ruangan (dapurnya) para Juri Kerjurnas Terjun Payung sekaligus dalam rangka Pra PON 2020 Papua. Wakil Sekjen FASI, Kolonel Sugianto, yang didampingi Kolonel Bintang Yudianto, Dispen AU, menjelaskan sitem penjurian dilakukan secara profesioanl oleh 5 orang juri.


Wasekjen FASI, Kolonel Sugianto

Didalam ruangan Juri tedapat 3 layar monitor Televisi ukuran besar yang digunakan para wasit untuk melihat pola pergerakan para penerjun dalam bentuk Audio-Vidio baik selama didalam pesawat,  kemudian saat melakukan penerjunan, hingga pergerakan para atlet mebentuk berbagai formasi sesuai kriteria yang diperlombakan.

Terpantau para wasit dalam melakuan penilaiannya dilengkapi Stopwatch, untuk menilain ketepatan waktu pergerakan atlet setelah abah-abah persiapan untuk terjun, hingga membentuk berbagai formasi di udara.

Hasil hingga hari ke 4 penerjunan menurut Kolonel Pasukan Elia Adrianto, ada Tiga cabang lomba yang telah menyelesaikan 1 Babak dari 5 Babak penerjunan yaitu; Cabang lomba Canopi Formation, Kerja Sama Udara dan Ketepatan Mendarat Putri.


Kolonel Elia Adrianto & Kolonel Bintang Yudianto

Unggul sementara Cabang Canopi Formation Tiem Kalimatan Timur dengan meraih 3 Point, disusul Lampung, Papua, Papua Barat masing-masing 1 Point.

Cabang Kerja Sama Diudara, unggul sementara; Papua Barat dengan 11 Formasi, DKI dan Papua masing-masing 9 Formasi, Kaltim 5 Formasi, DIY dan Banten masing-masing 4 Formasi.

Dinomor Ketepatan Mendarat Putri unggul sementara Papua Barat, Banten, Jawa Barat. Sementara untuk nomor Putra belum menyelesaikan 1 Babak sehingga belum ada hasil penilaian.

Rencananya hari ini Rabu (24/9-2019) akan masuk Babak selanjutnya untuk semua nomor yang dipertandingkan, jelas Elia Adrianto.

Terkait kondisi cuaca, diakui Elia, kecepatan angin terkadang ekstrim, melebihi 13 knot sebagai keceptan maksimum saat atlet mulai terjun. Jika melebihi 13 knot, otomatis tidak bisa dilakukan penilaian dan harus melakukan penerjunan kembali khusu nomor ketepatan mendarat putra dan putri. Jelas Elia, selaku Mid Direktur penyelenggara semua kegiatan Pra PON 2020 Papua. (jansen)