IAIN MANADO PANTAS JADI PUSAT KEILMUAN MULTIKULTURAL

IAIN MANADO PANTAS JADI PUSAT KEILMUAN MULTIKULTURAL

Rabu, 18 September 2019
MANADO KOMENTAR.  Rencana besar menjadikan Intitut Agama Islam (IAIN) Manado sebagai Pusat Keilmuan Multikultural,  sangatlah tepat dibanding Perguruan Tinggi yang ada di Sulawesi Utara.

Gagasan ini disampaikan Delmus Puneri Salim, MA, M.RES, PhD. Selaku Rektor IAIN Manado, di Kantor Rektorat Kampus IAIN Manado, (18/9-2019).

Konsep ini digagas Delmus, dilatarbelakangi kearifan lokal yang ada di Sulawesi Utara yang dikenal sebagai daerah paling Toleran di Indonesia dengan budaya Mapalus, Torang Samua Basudara dan Torang Samua Ciptaan Tuhan.

Lanjutnya, Sulawesi Utara secara sosial telah bagus dengan kearifan lokal saling toleransi, hanya saja belum dilakukan kajian keilmuan yang dituangkan dalam bentuk buku.

Yang dibutuhkan adalah mengumpulkan berbagai informasi dan data pendukung secara lokal di daerah ini terkait kegiatan sosial kemasyarakatan yang didasari kearifan lokal, kemudian dirangkum dalam sebuah buku.

Diharapkan nantinya, siapapun yang ingin belajar tentang Multikultural di seluruh Indonesia datang di IAIN Manado Sulawesi Utara untuk berpraktek di sini, tentang Moderasi beragama atau Islam Moderat,  jelas Delmus.

Jika hal ini terlaksana maka bukan saja IAIN yang dikenal, tetapi juga Sulawesi Utara akan lebih dikenal sebagai pusat kajian Keilmuan Multikultural, Moderasi Beragama atau Islam Moderat.

Penyambutan Mentri Agama RI di IAIN Manado
Menurut lulusan Boston University ini, dirinya bersama Tem Kajian dalam waktu dekat akan menghadap Gubernur Sulut untuk melaporkan gagasan ini, sekaligus memohon dukungan pemerintah Propinsi Sulawesi Utara.

Terkait kegiatan KSM, pihak IAIN sebagai tuan rumah kegiatan ini, memberikan suport penuh dengan memberikan sejumlah fasilitas seperti; Gedung Kuliah Serbaguna Terpadu, Tenda Induk, Listrik dan Air, semua diberikan secara gratis. (jansen)