Cervus Timorrensis (Rusa) Hangus Terbakar Di TWA Tangkoko

Cervus Timorrensis (Rusa) Hangus Terbakar Di TWA Tangkoko

Jumat, 27 September 2019


BITUNG KOMENTAR-Api menghanguskan puluhan hektar lahan di Taman  Wisata (TWA) Batu Putih dan Cagar Alam Tangkoko, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (27/9/2019).


Akibatnya salah satu satwa endemik Rusa atau bahasa latinya Cervus Timorrensis ditemukan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama Kapolsek Ranowulu dan Dandim 1310 Bitung, dalam keadaan hangus terbakar.


"Untuk saat ini kami baru menemukan Rusa Betina diperkirakan masih remaja, mati terjebak dalam kebakaran.  Rusa (Cervus timorensis) merupakan satwa langka yang keberadannya dilindungi undang-undang, untuk jumlah keseluruhan ada sekita 30an Rusa. Sejauh ini monyet hitam Sulawesi atau Macaca Nigra terpantau dalam kondisi aman. Namun, berbagai jenis burung endemik diperkirakan lari dan menghindar,"ujar Kepala Resort Batuputih Tangkoko Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) , Jenly Gawina.



Lanjut Gawina, ada beberapa titik api di TWA dan CA yang berhasil kami jinakkan sejak kemarin namun titik api yang kami jinakkan, hari ini kembali berkobar dipastikan karena faktor angin yang membawah sisa sisa api kemudian membakar tumpukan rumput kering lainya.


"Iya, ada dua kemungkinan yaitu angin dan pohon kering sudah menjadi bara api kemudian patah mengarah ke tumpukan rumput kering, jenis kebakaran lantai hutan. Sampai saat ini upaya memadamkan terus kami lakukan bersama Tim BKSDA termasuk Tim Manggala Agni yang dibantu warga Batuputih, para pemandu wisata, pegawai dari Pemerintah Kota Bitung, TNI, Polri, serta relawan siap tanggap dan berbagai kelompok pecinta alam," Katanya.


Sementara Kapolsek Ranowulu kini dijabat Iptu I Wayan Budiarta menjelaskan, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi disebabkan oleh faktor manusia. Pembakaran itu untuk membuka lahan dan kelak digunakan sebagai lahan perkebunan.


“Penyebab karhutla itu adalah kesalahan manusia dan 99 persen yang kebakar itu adalah hutan dan kebun yang tidak ada tanaman industrinya, kami curiga hutan dan lahan yang terbakar itu, ditahun depan akan berubah menjadi perkebunan. Sejak pasca kebakaran di Kota Bitung khusunya wilayah sektor Ranowulu, sudah ada beberapa yang kami amankan dan ditetapkan sebagai tersangka. soal  karhutla kali ini siapa pelakunya akan kami lakukan penyelidikan lebih lanjut." kata Kapolsek ketika ditemui sejumlah wartawan di ruanganya. (Ivan)