TMMD SALAH SATU SOLUSI PERCEPATAN PEMBANGUNAN DESA

TMMD SALAH SATU SOLUSI PERCEPATAN PEMBANGUNAN DESA

Kamis, 25 Juli 2019



BITUNG KOMENTAR-Program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementrian (LPNK) Pemda, dan komponen bangsa lainnya itu sudah berjalan untuk yang ke-105 kalinya. Kegiatan ini tidak hanya terjadi di Kota Bitung wilayah Kodim 1310/Bitung, melainkan serentak di seluruh Indonesia.

Untuk TMMD ke-105 TA. 2019 Kodim 1310/Bitung sendiri, dilaksanakan di Kelurahan Duasudara Kecamatan Ranowulu Kota Bitung Propinsi Sulawesi Utara. Aksi tersebut sedikitnya melibatkan 150 anggota TMMD. Kegiatan ini dibuka pada tanggal 10 Juli s.d 8 Agustus 2019.

"Untuk mengejar sasaran fisik dan non fisik yang sudah terprogram dengan waktu yang minim, rasanya tidak mungkin diselesaikan. Untuk itu dilaksanakan pra TMMD sebelum hari "H" pembukaan TMMD. Seluruh tim menginap di rumah masyarakat, sekitar 24 rumah warga yang dimanfaatkan. Rumah warga dipilih tak lain untuk mendekatkan diri dan menyatu dengan masyarakat," ujar Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat, S.Sos.

Dalam pagelaran akbar tersebut, ada beberapa program yang diberikan kepada masyarakat sekitar. Diantaranya, membuat jalan penghubung antar satu desa dengan yang lain, pembuatan plat duicker, bangun kantor tiga pilar, bedah rumah, penimbunan halaman sekolah, penyuluhan, dan menggelar bakti sosial serta aktivitas sosial masyarakat lainnya.

"Kami membuat jalan penghubung dari Keluurahan Duasudara menuju ke Kelurahan Apela Satu dan Kelurahan Apela Dua sepanjang 4.400 meter. Kemudian, pembuatan plat duicker berukuran 6 x 3 x 2 meter, pembuatan kantor tiga pilar. Selanjutnya ada bedah dua unit rumah di RT 1 Kelurahan Duasudara, melakukan penimbunan halaman sekolah SD GMIM 5 Duasudara seluas 12 x 7 meter. Ditambah, penyuluhan tentang wawasan kebangsaan, bela negara, narkoba, dan kerukunan antar umat beragama. Hingga menggelar bakti sosial, seperti pengobatan massal, pelayanan KB, dan lainnya," paparnya.

Hal ini dilakukan lantaran rakyat merupakan satu bagian dari TNI. Kedekatan hubungan TNI dengan rakyat, terbukti telah menjadi salah satu penopang kekuatan bangsa ini, dalam upaya memperjuangkan dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).