IRIO MENGURANGI KESENJANGAM WILAYAH BARAT DAN TIMUR INDONESIA

IRIO MENGURANGI KESENJANGAM WILAYAH BARAT DAN TIMUR INDONESIA

Rabu, 24 Juli 2019


SULUT KOMENTAR.  Kepala Badan Pusat Statistik Sulut, Ateng Hartono, optimis penerapan  Inter-Regional Input Output (IRIO), nantinya dapat mengurangi kesenjangan Pembangunan Nasional antara wilayah Kawasan Indonesia Timur dan Barat.

Hal tersebut disampaikan, Ateng Hartono, dalam Focus Group Discustion (FGD) terkait ketersediaan data yang valid dan saling terkoneksi. Sehingga Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara fokus dalam menyusun Inter-Regional Input Output (IRIO), lewat FGD ini, di Swissbel Hotel Maleosan Manado, (24/7-2019).

Menurut, Ateng Hartono, FGD IRIO ini dilakukan agar ada integrasi antar wilayah dan regional. Selain itu akan didapatkan spesifikasi informasi mengenai karakteristik daerah yang optimal dan terintegrasi.

Bila kesenjangan pembangunan antar wilayah berkurang, maka akan terjadi pemerataan pembangunan untuk pertumbuhan berkualitas. Dengan IRIO bakal terlihat pola pergerakan sektor-sektor yang ada di masing-masing daerah, jelas Ateng.

Selain itu, BPS saat ini tengah mematangkan Sensus Penduduk Tahun 2020, yang akan lebih mengarah kepada Satu Data dengan metode kombinasi sehingga tidak ada diferensial lagi.

Gubernur SULUT yang diwakili Asisten II Sekdaprov Sulawesi Utara, Muhammad Rudy Mokoginta, menyatakan Pemprov Sulut dukung penuh penerapan IRIO ini.  Agar terlihat kesenjangan antar wilayah di seluruh provinsi termasuk yang ada di Sulut.

Pemerintah Propinsi akan bersinergi dengan BPS Sulut dalam pelaksanaan Sensus Penduduk Tahum 2020 mendatang, tutup Mokoginta. (Jansen)