Headlines News :
Home » , , , » PROGRAM IKM TERPADU KEMENPRI PERTAMA, BERLABUH DI MINSEL

PROGRAM IKM TERPADU KEMENPRI PERTAMA, BERLABUH DI MINSEL

Written By Master Komentar on Selasa, 26 Februari 2019 | 23:40


AMURANG KOMENTAR-Program pengembangan IKM Kelapa Terpadu Kementerian Perindustrian melalui Ditjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), mengambil start di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). baru saja melaksanakan di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.


Dipilihnya Kabupaten Minsel sebagai tempat berlabuh pertama Industri Kecil Menengah (IKM), karena potensi industri kelapa yang sangat besar dengan jumlah pengolahan IKM yang cukup banyak. Bahkan beberapa produk yang dihasilkan yakni kopra, kayu kelapa, sabut kelapa, minyak kelapa dan arang, sangat aktif diproduksi oleh kelompok kecil skala rumah tangga di setiap kecamatan di Kabupaten Minsel.


“Kabupaten Minahasa Selatan punya potensi industri kelapa yang sangat besar dengan jumlah pengolahan IKM yang cukup banyak. Beberapa produk yang dihasilkan ialah kopra, kayu kelapa, sabut kelapa, minyak kelapa dan arang aktif yang diproduksi oleh kelompok kecil skala rumah tangga di setiap kecamatan,”ujar Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsih, Selasa (26/02/2019).


Wibawaningsih berharap, program pengembangan di Minsel bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa, melalui diversifikasi produk olahan kelapa maupun pengolahan produk.

Diharapakan juga, Minsel dapat meningkatkan kesejahteraan para pelaku agribisnis kelapa,  mulai dari sektor hulu sampai dengan hilir.
Berdasarkan data Asian and Pacific Coconut Community tahun 2018 setidaknya terdapat 5,09 juta petani terlibat dalam agribisnis kelapa.


Disisi lain kata Wibaningsih, bahwa Kemperin akan selalu terus mendorong tumbuh dan berkembangnya IKM produk olahan turunan kelapa yang akan meningkatkan pendapatan pelaku agribisnis kelapa, karena program itu adalah salah satu tindak lanjut dari Kementerian Perindustrian yang tengah berupaya meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri melalui program hilirisasi industri berbasis sumber daya alam.


Dan data dari BPS tahun 2016, kelapa menempati areal seluas 3,57 juta ha atau 15,63% dari 22,82 juta ha total areal perkebunan di Indonesia, dengan total produksi tanaman kelapa sebesar 2,89 juta ton per tahun. Kelapa bahkan menjadi tanaman perkebunan dengan areal terluas kedua setelah kelapa sawit di Indonesia.(Ren)



Share this post :
 
Support : komentar.co.id | Jmanado IT | HH
Copyright © 2015. Komentar Manado - All Rights Reserved
By Creating Website Manado IT Admin
Proudly powered by Server Google