Headlines News :
Home » , , » DPRD MANADO TUNTASKAN BERBAGAI PERSOALAN MASYARAKAT LEWAT HEARING

DPRD MANADO TUNTASKAN BERBAGAI PERSOALAN MASYARAKAT LEWAT HEARING

Written By Master Komentar on Rabu, 06 Februari 2019 | 18:04


MANADO KOMENTAR-Diawali dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau hearing Komisi I DPRD Manado, Rabu (06/02/2019), DPRD Manado terus bekerja untuk menuntaskan persoalan masyarakat.

DPRD, pengusaha dan masyarakat, menggelar hearing terkait tembok yang telah menghalangi jalan milik took souvenir Kawanua, yang terletak di Kelurahan Mahakeret Barat lingkungan V.


Dalam hearing yang pimpin Ketua Komisi I DPRD Manado, Royke Anter didampingi anggota, Syarifuddin Saafa itu dapat menyelesaikan persoalan tersebut.

Selanjutnya, Komisi II DPRD Manado menggelar hearing bersama Dinas pendapatan daerah (Dispenda) pada tanggal 12/02/2019).


DPRD selaku bagian dari penyelenggara pemerintahan terus menunjukan kerja cepat guna menyelesaikan persoalan yang timbul ditengah mesyarakat yang berkaitan dengan pemerintahan.

Berhadapan dengan PD Pasar kota Manado, Komsi II DPRD Manado meminta transparansi dari PD Pasar mengenai pengelolaan pasar, termasuk pengelolaan keuangan.


Dicocor dengan berbagai pertanyaan. Direktur utama PD Pasar Manado Stenly Suwu, berjanji melakukan pembenahan di tubuh PD Pasar. Bahkan berita terakhir yang dirangkum komentar. Direksi PD Pasar telah menaikan gaji setiap karaywan sebesar Rp1.000.000.”Kami sudah mulai dengan menaikan gaji karyawan satu juta perbulan,”jelas Suwu.

Dalam hearing tersebut, Komisi II DPRD Manado berjanji akan segera melakukan turun lapangan (Turlap) atau sidak ke pasar yang ada di Manado, guna mencaritau persoalan yang ada di pasar se-Kota Manado.



Sementara itu, hearing bersama Dispenda menyorot mengenai pendapatan pajak lewat BPHTB. Mengingat hal tersebut berkaitan dengan jual beli tanah, maka Komiisi II menghadirkan salahsatu Notaris dalam hearing tersebut.


Dalam hearing tersebut, mengemuka soal jual beli tanah di Kecamatan Malalayang, yang terjual dengan angka diatas Rp60.000, karena jula beli tersebut akan dikenakan BPHTB dan menambah PAD Manado lewat Dispenda.


Dalam hearing tersebut, dihadiri oleh Wakil ketua Komisi II Pingkan Nuah, dan beberapa anggota Komisi. Secara umum hearing berlangsung dengan baik.

Guna menindaklanjuti hearing tersbeut, Komisi II langsung melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah pasar, termasuk pasar bersehati calaca Manado.(jose)



Share this post :
 
Support : Pedoman Media siber | Jmanado IT | HH
Copyright © 2015. Komentar - All Rights Reserved
By Creating Website Manado IT Admin
Proudly powered by Server Google