Headlines News :
Home » , » Ulang Tahun Ke-120. Ini Sejarah Asal Usul Negeri Adat Manembo-nembo

Ulang Tahun Ke-120. Ini Sejarah Asal Usul Negeri Adat Manembo-nembo

Written By Dhivan Awondatu on Selasa, 29 Januari 2019 | 22:58

Tarian Kabasaran Mengawali Acara Hut Ke-120 Negeri Adat Manembo-nembo

BITUNG KOMENTAR-Negeri Adat Manembo-nembo menggelar kegiatan acara dalam rangka Hut ke-120, yang bertempat di lapangan samping rumah keluarga Watuna Lengkong, Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Matuari, Kota Bitung Sulawesi Utara. Selasa (29/1/2019).

Kegiatan dibuka denga pembacaan sejarah singkat Negeri Adat Manembo-nembo oleh Lurah Manembo-nembo Frangky J Lengkong, dikatakan bahwa, Negeri Manembo-nembo pada mulanya merupakan satu kampong dari hasil pembukaan hutan pada tahun 1894 oleh sekelompok orang yang datang dari “Negeri Tonsea” di bawah Pimpinan Efraim Lengkong untuk dijadikan tempat tinggal dan berkebun, yang kemudian oleh mereka dinamakan “Kampung Tulap” yang artinya “Pendengkean” atau sekali melompat Sudah berada disebelah. Dalam perkembangannya pada tahun 1899 bersamaan dengan ditunjuknya Efraim Lengkong menjadi Hukum Tua, nama Kampung Tulap mengalami perubahan menjadi “Negeri Manembonembo, kata Manembo-nembo berasal dari bahasa tonsea yang artinya “dari atas puncak tengok ke bawah”.

Tokoh Agama Bersama pemangku Negeri Adat Manembo-nembo

Seiring dengan berjalannya waktu, kehidupan masyarakat Negeri Manembo-nembo dengan pekerjaan petani, terus mengelola kekayaan alam yang ada dengan bercocok tanam sehingga semakin luas lahan-lahan perkebunan yang dibuka, dan kemudian masyarakat Negeri Manembo-nembo tempat-tempat tersebut diberi nama sesuai dengan keadaan dan kondisi wilayah pada saat itu.

Kehidupan masyarakat Negeri Manembo-nembo tumbuh dan berkembang pula bersama nilai-nilai luhur yang merupakan kepercayaan daerah dari para leluhur dan diwariskan secara turun-temurun, adat-istiadat, budaya, serta kearifan local yang terus beraktifitas sehingga terdapat beberapa peninggalan yang bernilai sejarah dan budaya masyarakat Negeri Manembo-nembo.

Penyelengaraan pemerintahan mulai berlangsung dengan ditunjuknya Efraim lengkong menjadi Hukum Tua Negeri Manembo-nembo pada tahun 1899, banyak mengalami perubahan, baik dari penyebutan nama, wilayah pemerintahan maupun yang, memimpin pemerintahan pada saat itu sampai sekarang yaitu sebagai berikut.


Pada tahun 1899-1942 Negeri Manembo-nembo dipimpin  Tunduan atau Hukum Tua :
1. Efraim Lengkong, Periode tahun 1899 _   1910.
2. Cornelis ROMPIS, Periode tahun 1910 -1920
3. Laurens Lengkong, Periode tahun 1921-1921
4. Jusop L Sumampouw, Periode tahun 1931
5. Markus Dien, Periode Tahun 1931-1939


Kemudian di tahun 1939-1942 Negeri Mamembo-nembo di pimpin oleh Hukum Tua Afonsus Pangemanan Tangkudung yang selanjutnya pada tahun 1942-1945 sebutan Hukum Tua berubah dengan sebutan Sonco.


Seiring dengan terbentuknya Distrik Bawahan Bitung pada tanggal 7 juli 1947, Negeri Manembo mengalami perubahan dari sebutan Desa dan tetap dipimpin oleh, Hukum Tua Alfonsus Pangemanan Tangkudung sampai dengan tahun 1957.

Pada tahun 1957-1980 Desa Manembo-nembo dipimpin oleh Hukum Tua :
1. A W Rompis, Periode tahun I957-1962
2. Xaverius Sengke Periode tahun 1962 1968
3.Jonthan K Lengkong, Periode tahun 1968- 1972
4. Wempi Lengkong, Periode tahun 1972-1980

Pada saat terbentuknya Kota Administratif Bitung tanggal 10 April 1975 Desa Manembo-nembo yang dipimpin oleh Hukum Tua Wempi Lengkong mengalami perubahan dengan sebutat Kelurahan Manembo-nembo dan dipimpin oleh Lurah Wempi Lengkong sampai dengan tahun I987, Pada saat itu juga terbentuk tiga Kecamatan dan Kelurahan Manembo-nembo masuk dalam wilayah Kecamatan Bitung Tengah.

Tanggal 10 Oktober 1990 Kota Administratif Bitung ditetapkan menjadi Kotamadya Bitung. Kelurahan Manembo-nembo mengalami beberapa kali perubahan baik nama kelurahan maupun wilayah pemerintahan oleh karena Pembentukan, Pemakaran dan Perubahan Nama Kecamatan dan Kelurahan di Kota Bitung, termasuk Lurah yang menjabat sejak tahun 1987 sampai dengan 2019 yaitu :

1. Ny. Jetty Watuna Lengkong, Tahun 1987- 2003
2. Ny. Doly Tololiu Pateh, S.Pd, Tahun 2003- 2004
3. Ny. Sofitje Rumampuk Kanduoh, Tahun 2004 -2006
4. Naomi Dien, Tahun 2006-2010
5. Apeles Ransun, Tahun 2010
6. Ny. Adolfin Rimporok Wantah, Tahun 2010 -2011
7. Frangky Lenhkong, Tahun 2011-2017
8. Ny. Reflin Mudeng Karamoy, 2017-2018
9. Frangky Y Lengkong, Sejak Tanggal 8 Januari 2018 sampai sekarang.

Sejak terbentuknya pada tahun 1899 sampai dengan saat ini, Negeri Manembo-nembo dipimpin oleh satu Orang Tunduan, sepuluh Orang Hukum Tua dan Sepuluh Lurah. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat dan pemerintahan Kota Bitung yang terus tumbuh dan berkembang dengan pesat di berbagai bidang melalui penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, Negeri Manembo-nembo dengan potensi sumber daya yang ada terus tumbuh dan berkembang pula dalam berbagai aspek kehidupan antara lain kependudukan dan social kemasyarakatan dengan keberagaman suku, etnis, agama serta berbagai bidang pekerjaan dan profesi namun tetap dalam suasana kehidupan masyarakat yang dilandasi semangat kesatuan dan persatuan dalam kehidupan bersama yang rukun dan damai. Kondisi stabilitas keamanan dan ketertiban yang terwujud dalam masyarakat Negeri Manembo-nembo telah berkonsntribusi positif bagi terselenggaranya pembangunan sarana dan prasarana sosial maupun pemerintah serta infrastruktur bagi percepatan pembangunan ekonomi di wilayah Negeri Manembo-nembo, Serta meningkatkan budaya-budaya di Negeri Adat Manembo-nembo.


Ibadah syukur HUT ke 120 dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIM Pniel Manembo-nembo Pdt. Meike Maleke, STh dengan renungan Alkitab Yeremia 33:1-9.

Adapun yang menarik dalam kegiatan hut ke-120 ini diadakan kawin Massal terdiri dari 25 pasangan yang terbagi 20 pasang Nasrani dan 5 pasangan Muslim, dimana tahun tahun sebelumnya di buat serupa. Lurah Manembo-nembo Frangky Lengkong mengharapkan pernikahan massal ini menjadi yang terakhir kali. Lanjut Dia menjelaskan 25 pasangan tersebut akan mendapat hak akte nikah dan buku nikah untuk diteruskan pada pengurusan kartu keluarga. (Ivan)


Share this post :
 
Support : Pedoman Media siber | Jmanado IT | HH
Copyright © 2015. Komentar Manado - All Rights Reserved
By Creating Website Manado IT Admin
Proudly powered by Server Google