Headlines News :
Home » , » KENAPA SERAPAN ANGGARAN DINAS PERKIM TAHUN 2018 MINIM ? INI PERNYATAAN KADIS PERKIM DESYE LUMOWA

KENAPA SERAPAN ANGGARAN DINAS PERKIM TAHUN 2018 MINIM ? INI PERNYATAAN KADIS PERKIM DESYE LUMOWA

Written By Master Komentar on Kamis, 24 Januari 2019 | 00:16

DESYE LUMOWA
MANADO KOMENTAR-Serapan anggaran tahun 2018 Dinas perumahan dan pemukiman (Perkim) Kota Manado ketika masih di jabat Roy Mamahit tergolong minim. Namun hal tersebut tidak membuat Kepala Dinas Perkim yang baru Desye Lumowa menjadi terganggu.

Menurutnya, minimnya prosentasi penyerapan anggaran di tahun 2018 yang hanya bertengger di angka 63 persen, bukan karena dinas perkim tidak mampu dalam menuntaskan program yang tertata lewat APBD itu, tetapi hal itu disebabkan karena ada anggaran Rp10 milliar yang tidak bisa digunakan karena tidak dibolehkan oleh aturan.

“Ketika saya dilantik sebagai kepala Dinas Perkim akhir tahun 2018, memang ada anggaran senilai kurang lebih Rp10 milliar yang tidak bisa digunakan, karena jika anggaran tersebut digunakan maka akan berbenturan dengan RTRW Kota Manado,”kata Lumowa, Rabu (23/01/2019) di Manado.

Lanjut dikatakan Lumowa, anggaran sebesar Rp10 milliar itu ditata untuk pembebasan lahan pembangunan rusunawa di kawasan Pall Dua Kecamatn Pall Dua Manado. Tetapi karena lewat RTRW kawasan tersebut tidak bisa dilakukan pembangunan rusunawa, maka lahan yang seharusnya dibayar itu dibatalkan.

“Jadi minimnya serapan anggaran Dinas Perkim di tahun 2018, disebabkan karena anggaran itu, memang tidak bisa untuk membeli lahan di kawasan Pall Dua sebagaimana tertata lewat RKA dinas perkim. Jika dipaksakan maka akan beriimplikasi hukum, karena sebagaimana diatur lewat RTRW Kota Manado, dikawasan itu larang untuk membangun rusunawa,”jelas Lumowa.

Diapun menceritakan, bahwa pihak dinas perkim sebelumnya sudah mengkonsultasikan rencana pembelian lahan tersebut ke pihak Kejaksaan.

“Jadi, untuk lebih detil, kita juga minta pendampingan pihak Kejaksaan Negeri. Artinya rencana pembelian lahan juga sudah kami konsultasikan ke Kejaksaan, dan kami mendapat jawaban, bahwa di kawasan itu memang tidak boleh ada pembangunan rusunawa,”ujar Lumowa.

Kepada komentar.co.id Lumowa meyakini, bahwa serapan anggaran di tahun 2019 akan lebih baik dari tahun 2018. “Tahun 2019 ini. Kita punya anggaran untuk penerangan jalan, pembangunan jalan setapak dan p;enyediaan air bersih. Semua itu adalah untuk kesejahteraan rakyat kota Manado,”tandas mantan Kadis Diknas Manado ini.(jose)

Share this post :
 
Support : Pedoman Media siber | Jmanado IT | HH
Copyright © 2015. Komentar Manado - All Rights Reserved
By Creating Website Manado IT Admin
Proudly powered by Server Google