Headlines News :
Home » , » BENDUNGAN LOLAK DUKUNG KETERSEDIAAN AIR UNTUK IRIGASI SELUAS 2.214 HA

BENDUNGAN LOLAK DUKUNG KETERSEDIAAN AIR UNTUK IRIGASI SELUAS 2.214 HA

Written By Komentar News on Rabu, 08 Maret 2017 | 09:23


Komentar.co.id Bolmong - Pembangunan Bendungan Lolak tepatnya berada di Desa Pindol kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara yang dimulai sejak awal 2015 terus menunjukkan perkembangan yang positif. Pemerintah lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  dalam hal ini Balai Wilayah Sungai Sulawesi Utara  terus melakukan pantauan untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai target.

Bendungan ini rencananya dibangun dengan luas area genangan mencapai 97,46 ha sehingga dapat menampung air dengan kapasitas total mencapai 16,1 juta meter kubik.

Bendungan Lolak merupakan proyek strategis untuk mendukung penyediaan air untuk irigasi seluas 2.214 hektar. Proyek diagendakan dapat rampung tahun 2019 mendatang.

Selain mendukung irigasi, bendungan ini juga mendukung penyediaan air baku 500 liter/detik dan memiliki potensi tenaga listrik 2,43 megawatt.

Bendungan Lolak merupakan salah satu dari 13 bendungan besar yang menjadi agenda pembangunan Kementerian PUPR tahun anggaran 2015. 

 Ir Jidon Watania MM

Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi  Utara Ir Jidon Watania MM mengatakan, pemerintah telah menyetujui anggaran pembangunannya lewat APBN murni dengan sistem multiyears empat tahun.

“Total dananya 883 miliar. Anggaran untuk struktur 850 miliar dan biaya konsultan 33 miliar. SK multiyears sudah diterbitkan Kementerian Keuangan.

Djidon menambahkan,  Komisi Keamanan Bendungan yang beranggotakan para pakar keairan dan bendungan telah menyetujui desain bendung yang diusulkan konsultan dan BWSS 1.
Secara teknis menurutnya, waduk yang akan membendung Sungai Lolak itu mampu menampung air sebanyak 16 juta kubik. Memiliki menara bendung setinggi 58 meter.


“Nantinya airnya akan dimanfaatkan untuk irigasi seluas 2.214 hektare, air baku untuk air minum di Lolak dan Pinogaluman 500 liter per detik, dan untuk PLTMH sebesar 2,43 MW,” terangnya
Dari pantauan di Lapangan di Bendungan Lolak ini terus digenjot pengerjaannya oleh pelaksana proyek dengan progress mencapai 35-40 persen.

Disisi lain ada beberapa hal yang cukup menghambat pelaksanaan bendungan yakni kurangnya suplai material berupa batu-batuan serta terjadinya banjir beberapa waktu lalu yang menyebabkan jembatan penghubung ke lokasi proyek sempat terputus.

“ Untuk jembatan sudah kami atasi dengan memperbaiki konstruksi agar bisa dilalui kendaraan. Sebab jembatan ini juga merupakan sarana penghubung antar desa yang digunakan oleh masyarakat yang ada di sekitar proyek Waduk.” ujar salah satu staf proyek Waduk Lolak. (stem/***)

Share this post :
 
Support : komentar.co.id | Jmanado IT | HH
Copyright © 2015. Komentar Manado - All Rights Reserved
By Creating Website Manado IT Admin
Proudly powered by Server Google